Langkah agresif BI dalam menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps) hingga ke level 5,75 persen memicu penyesuaian harga pada SRBI dan SBN.
![]()
BI: Inflow Asing ke SBN-SRBI Capai USD9 Miliar per 26 Juni 2026. Foto: Freepik.
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat total modal asing yang berhasil masuk ke dalam portofolio Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dari Januari hingga 26 Juni 2026 menyentuh USD9 miliar. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan langkah agresif BI dalam menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps) dalam kurun Mei hingga Juni 2026 hingga ke level 5,75 persen memicu repricing atau penyesuaian harga pada instrumen SRBI dan SBN. Kondisi tersebut mendorong aliran modal yang masuk.
“Jadi itu pertama tentunya confidence dari offshore (pasar luar negeri) yang tentu juga akan tercermin dari confidence ke masyarakat kita di Indonesia," kata Destry dalam konferensi pers bersama DPR di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Kebijakan kenaikan suku bunga tersebut ditempuh bank sentral sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga stabilitas di tengah tingginya ketidakpastian global, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Daya tarik imbal hasil (yield) yang kompetitif tersebut terbukti ampuh memikat para pengelola dana internasional untuk kembali masuk ke pasar keuangan Tanah Air.
Selain berfokus pada strategi penarikan modal asing, BI bergerak cepat mengantisipasi risiko kekeringan modal di pasar domestik dengan mempertebal pasokan likuiditas harian. Destry menegaskan bahwa bank sentral secara konsisten memanfaatkan seluruh lini instrumen operasi moneter yang dimilikinya untuk menyuntikkan dana segar ke perbankan agar roda intermediasi dan transaksi keuangan tetap berputar stabil.
.png)
10 hours ago
6















































