Berawal dari Kado Pemberian Anak, Ini Ide di Balik Film Kado untuk Ibu

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hiruk-pikuk kehidupan modern sering kali menuntut gerak serbacepat, hingga tanpa disadari hubungan keluarga menjadi ruang yang paling rentan tergerus. Jarak emosional yang merayap perlahan biasanya baru disadari saat kehangatan di dalamnya mulai mendingin.

Berangkat dari fenomena sosial tersebut, rumah produksi Starvision bersama FMM Studios menghadirkan sebuah karya sinema berjudul Kado untuk Ibu, sebuah narasi yang mengajak penonton untuk sejenak berhenti, menoleh ke belakang, dan meresapi kembali makna tulus dari sebuah kehadiran. Film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 6 Agustus 2026 ini tidak sekadar menyajikan tontonan, melainkan sebuah ruang refleksi. Melalui sudut pandang seorang anak, cerita ini menelusuri bagaimana kegigihan dan keikhlasan sederhana sanggup menembus sekat-sekat ketegangan dalam sebuah keluarga.

Penonton diajak mengeksplorasi memori masa kecil, memicu ingatan akan jejak-jejak perjuangan yang pernah dilewati, baik dalam peran sebagai anak yang berbakti maupun sebagai orang tua yang membesarkan. Pusat cerita ini berada pada sosok Zahra Putri Muzi atau yang akrab disapa Ara, seorang anak cilik yang diperankan oleh aktris muda Luisa Adreena. Ara mengarungi berbagai tantangan demi satu tujuan yang amat personal yaitu menemukan hadiah paling spesial untuk sang ibu.

Perjalanan Ara tidak dilalui seorang diri. Semesta mempertemukannya dengan Faris (diperankan oleh Emir Mahira), seorang petugas pemadam kebakaran yang tengah dibalut kecemasan sambil menanti kabar dari sang istri di rumah sakit persalinan.

Pertemuan yang tak disengaja ini mendorong Faris mengambil keputusan besar untuk mendampingi Ara. Di sepanjang lorong perjalanan mencari hadiah yang sempurna itu, ikatan kemanusiaan yang baru bersemi. Ara dan Faris bertemu dengan jajaran karakter baru yang perlahan menjelma menjadi bagian dari keluarga baru bagi Ara.

Dinamika petualangan yang berlika-liku ini dirajut dengan momen-momen yang memancing tawa sekaligus menguras air mata. Namun, di balik balutan emosinya, setiap adegan diikat oleh satu benang merah yang sama yaitu kehangatan kasih sayang keluarga.

Bagi pendiri PT Kharisma Starvision Plus (Starvision), Chand Parwez Servia, nilai yang diusung film Kado untuk Ibu memiliki jangkauan lintas generasi. Film ini dirancang agar tidak hanya menyentuh hati kelompok penonton anak-anak, melainkan juga menjadi sarana perenungan yang mendalam bagi mereka yang sudah beranjak dewasa.

“Film ini akan menjadi sebuah refleksi yang sangat baik untuk kita yang pernah menjadi anak-anak. Dan sekarang mungkin, kita akan melihat bagaimana kanak-kanak ini memberikan refleksinya dalam mengingatkan kita bahwa kita hidup itu harus terus berjuang dan memperjuangkan kasih sayang, keluarga,” ujar Chand Parwez Servia saat konfereni pers film Kado untuk Ibu pada Rabu (29/7/2026).

Pesan mendasar yang ingin disampaikan kepada masyarakat adalah mengenai pentingnya perjuangan yang dilandasi oleh perhatian serta ketulusan. Menurut Parwez, nilai-nilai dasar tersebut semestinya menjadi fondasi kebutuhan hidup sehari-hari. Sayangnya, realitas hari ini menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur itu kian tererosi oleh kesibukan dan sikap individualis.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |