Seorang warga Mustakim (55) memeriksa kondisi rumahnya yang tegenang banjir di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung,Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK — Banjir akibat curah hujan tinggi merendam ratusan hektare sawah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Selain merusak lahan pertanian, banjir juga memaksa ribuan warga mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat total 671 hektare sawah di sembilan desa terdampak, dengan ketinggian genangan bervariasi. “Ketinggian genangan banjir di areal persawahan bervariasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Demak Agus Sukiyono, Ahad (4/4/2026).
Selain sawah, banjir merendam 2.116 rumah warga, 29 tempat ibadah, dan 18 sekolah. Data sementara menunjukkan sebanyak 2.839 jiwa harus mengungsi akibat genangan yang meluas.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Demak Agus Herawan mengatakan dampak terparah terjadi di Desa Trimulyo dan Sidoharjo dengan luas genangan mencapai sekitar 660 hektare. Tanaman padi yang terdampak berusia sekitar 30 hari.
Ia menyebut potensi kerugian masih relatif terbatas karena sebagian tanaman belum memasuki fase kritis. Namun, pendataan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan puso. “Nantinya, ketika ada yang mengalami puso tetap akan kami data untuk diusulkan mendapatkan bantuan dari pusat,” kata Agus.
Pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan benih bagi petani yang lahannya mengalami gagal panen. Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan produksi pertanian pascabanjir.
Banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang di beberapa titik pada Jumat (3/4) pagi. Di Desa Trimulyo terdapat tiga titik tanggul jebol dengan panjang hingga 30 meter, sementara di Desa Sidoharjo terdapat tiga titik dengan panjang sekitar 15 meter.
sumber : Antara
.png)
9 hours ago
3















































