REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Pemerintah Kota Banda Aceh mengukuhkan pengurus Baitul Mal Gampong (desa) se-Kota Banda Aceh sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) yang transparan dan akuntabel. Pengukuhan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi zakat yang dinilai cukup besar di tingkat gampong.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyatakan bahwa potensi zakat di gampong sangat besar sehingga perlu dibuat identifikasi dan basis data yang jelas. Hal ini mencakup pendataan siapa yang menjadi muzakki (pemberi zakat), mustahik (penerima zakat), serta pihak yang mengumpulkan zakat agar semuanya dapat dikelola secara transparan.
Illiza menekankan bahwa pengurus Baitul Mal Gampong memegang amanah besar dalam mengelola potensi zakat di wilayah masing-masing. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab agar semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Dorong Digitalisasi Pengelolaan ZISWAF
Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan ZISWAF melalui pengembangan aplikasi berbasis digital. Dengan sistem digital ini, masyarakat nantinya dapat menyalurkan zakat melalui WhatsApp maupun QRIS.
Selain memudahkan transaksi, pendataan muzakki dan mustahik juga akan dilakukan secara terintegrasi. Sistem ini diharapkan membuat penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran dan efisien.
“Kalau ini bisa dikelola dengan sebaik-baiknya bersama masyarakat, tokoh masyarakat, dan para keuchik (kepala desa), Insya Allah kesejahteraan masyarakat gampong akan lebih baik ke depan,” ujar Illiza.
Tantangan Kepercayaan Masyarakat
Sementara itu, Ketua Baitul Mal Gampong Punge Blang Cut, Marwan Usman, mengungkapkan bahwa program pertama yang akan dilakukan setelah pengukuhan adalah mendata para muzakki di gampong. Langkah ini merupakan upaya awal untuk mengoptimalkan potensi zakat yang ada.
Marwan mengakui bahwa tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah belum tumbuhnya kepercayaan penuh masyarakat terhadap Baitul Mal Gampong. “Banyak tantangannya. Salah satunya para calon muzakki belum percaya penuh kepada Baitul Mal gampong,” katanya.
Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi melalui para ustadz serta menerapkan pengelolaan zakat yang transparan. Marwan berharap jumlah muzakki terus bertambah sehingga potensi zakat dapat tersalurkan kepada para mustahik, khususnya fakir miskin, secara lebih optimal.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
2 hours ago
3

















































