Sejumlah indikator pasar keuangan menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh pergerakan global maupun aliran modal asing.
![]()
Awal Januari 2026, BI Pantau Ketat Stabilitas Rupiah dan Pasar Keuangan. (Foto: Doc. MNC GROUP)
IDXChannel - Berdasarkan perkembangan perekonomian global dan domestik terkini, Bank Indonesia (BI) menyampaikan update indikator stabilitas nilai tukar Rupiah selama periode awal Januari 2026. Sejumlah indikator pasar keuangan menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh pergerakan global maupun aliran modal asing.
Dalam perkembangan nilai tukar periode 5–9 Januari 2026, Rupiah pada akhir perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, ditutup pada level (bid) Rp16.785 per dolar AS. Pada saat yang sama, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat naik ke level 6,05 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY menguat ke level 98,93. Di sisi lain, yield US Treasury (UST) Note tenor 10 tahun justru mengalami penurunan ke level 4,167 persen. Memasuki perdagangan pagi hari Jumat, 9 Januari 2026, Rupiah dibuka melemah di level (bid) Rp16.815 per dolar AS. Pada saat yang sama, yield SBN tenor 10 tahun kembali meningkat ke level 6,15 persen.
Dari sisi aliran modal asing, Bank Indonesia mencatat premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun per 8 Januari 2026 berada di level 69,57 basis poin. Angka tersebut tercatat naik dibandingkan posisi pada 2 Januari 2026 yang sebesar 67,62 basis poin.
Berdasarkan data transaksi pada periode 5–8 Januari 2026, investor nonresiden membukukan beli neto sebesar Rp1,44 triliun. Aliran dana tersebut terdiri dari beli neto sebesar Rp1,78 triliun di pasar saham dan Rp1,04 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara itu, di pasar SBN tercatat jual neto sebesar Rp1,38 triliun.
.png)
14 hours ago
3












































