Anggaran Proyek Giant Sea Wall Diperkirakan Tembus Rp1.684 Triliun 

2 hours ago 1

Beban anggaran proyek direncanakan, selain menggunakan APBN, pemerintah juga membuka jalan untuk keterlibatan investor baik dari dalam maupun luar negeri.

 iNews Media Group.

Anggaran Proyek Giant Sea Wall Diperkirakan Tembus Rp1.684 Triliun. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) yang mengawal proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantura memproyeksikan anggaran proyek mencapai USD100 miliar atau setara Rp1.684 triliun (asumsi kurs Rp16.840)

Beban anggaran proyek direncanakan, selain menggunakan APBN, pemerintah juga membuka jalan untuk keterlibatan investor baik dari dalam maupun luar negeri.

"Secara keseluruhan sudah ada hitungannya sekitar USD80-100 miliar. Kami sedang dalami ini secara mendalam, apa keuntungannya untuk Indonesia, dalam arti kata tidak terlalu memberatkan pemerintah," kata Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf saat ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (23/2/2026).

Didit memastikan sampai saat ini belum ada investasi asing maupun dalam negeri yang memasukkan dana untuk proyek GSW. Meski begitu, pihaknya tetap memetakan pesisir Pantura sebagai prioritas terlebih dulu dimulai pembangunan tanggul laut raksasa.

"Kami tidak generalize semuanya harus dengan APBN, harus dengan investor. Kami (harus) pelajari betul mana-mana daerah yang memang dibutuhkan untuk pelaksanaan (pembangunan GSW) oleh pihak dalam negeri sendiri (atau) pihak luar negeri," ucap dia.

Pelaksanaan proyek GSW ditekankan Didit bukan hanya untuk kepentingan sesaat, tetapi demi waktu jangka panjang. Bahkan, diharapkan GSW dapat bertahan sampai 300 tahun. Sehingga segala proses pembangunan proyek, termasuk pembiayaan menjadi atensi pemangku kepentingan agar dijalankan secara hati-hati.

Adapun GSW kawasan Pantura direncanakan mencakup wilayah sepanjang 535 kilometer yang tersebar di lima provinsi mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta lima wilayah kota dan 25 wilayah kapubaten.

Didit mencontohkan GSW di pesisir Jakarta bakal dibagi menjadi dua bagian, tanggul raksasa laut di timur dan barat. Di antara dua GSW itu, dibangun jembatan. Lalu, di sisi GSW pun dibuat waduk retensi, yang digadang-gadang bakal berpotensi menjadi pasokan air baku bagi ibu kota.

Dalam proses pembangunan GSW, Didit menjelaskan BOPPJ yang disupervisi Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menjalin sinergi dengan tenaga ahli dari kalangan universitas dan ahli lingkungan, yang mengetahui betul soal akar masalah adanya abrasi di pesisir. 

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |