Ancelotti Minta Maaf Brasil Ditahan Imbang Maroko pada Laga Perdana Piala Dunia 2026

6 hours ago 7

Pemain timnas Brasil Vinicius Junior melakukan selebrasi bersama rekan timnya seusai mencetak gol ke gawang Maroko dalam pertandingan babak penyisihan Grup C Piala Dunia FIFA 2026 di East Rutherford, New Jersey, AS, Sabtu (13/6/2026) waktu setempat. Brasil bermain imbang 1-1 dengan Maroko. Maroko unggul lebih dahulu melalui gol Ismail Saibari di menit ke-21. Brasil berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Vinicius Junior pada menit ke-32.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Brasil Carlo Ancelotti meminta maaf setelah timnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026. Hasil tersebut membuat debut pelatih asal Italia itu di ajang Piala Dunia jauh dari harapan meski Selecao terhindar dari kekalahan.

Brasil sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Ismael Saibari sebelum Vinicius Junior menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler pada babak kedua. Hasil imbang itu membuat tim juara dunia lima kali ini gagal membuka turnamen dengan kemenangan.

"Saya minta maaf karena kami tidak bermain sebaik yang kami harapkan," kata Ancelotti dalam konferensi pers seusai pertandingan, dikutip dari BBC, Ahad (14/6/2026).

Dalam beberapa fase pertandingan, Maroko justru tampil lebih dominan. Wakil Afrika itu membuat Selecao kesulitan mengembangkan permainan. Tim asuhan Don Carlo terlihat kehilangan ritme dan gagal menunjukkan karakter permainan yang selama ini identik dengan Brasil.

Masalah paling mencolok terlihat di lini tengah. Brasil yang dipenuhi pemain sayap kesulitan menguasai permainan dan terlalu bergantung pada kualitas individu di lini depan.

Casemiro yang kini berusia 34 tahun ditarik keluar saat jeda pertandingan setelah kesulitan menghadapi tekanan lawan. Bek Roger Ibanez juga digantikan pada babak kedua ketika Ancelotti berusaha memperbaiki keseimbangan timnya.

Mantan kapten Inggris Alan Shearer bahkan menyebut permainan Brasil terlihat "berantakan". Kritik serupa datang dari sejumlah pengamat yang menilai Selecao tampil jauh di bawah standar mereka. Pakar sepak bola Amerika Selatan Tim Vickery mengatakan kualitas individu menjadi alasan utama Brasil mampu menghindari kekalahan pada pertandingan tersebut.

"Berapa banyak tim yang bisa bermain seburuk itu tetapi tetap bertahan dalam pertandingan? Jawabannya adalah kualitas individu," ujar Vickery.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |