Usai Bertemu Presiden Prabowo di Hambalang, Ini Pernyataan Para Tokoh Ormas Islam

7 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto mengundang para perwakilan dari 16 organisasi masyarakat (ormas) Islam ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada sore hari ini. Usai pertemuan yang berlangsung selama kira-kira tiga jam itu, para tokoh ormas Islam ini menggelar jumpa pers.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengungkapkan, Kepala Negara dalam pertemuan ini didampingi sejumlah menteri. Hadir pula Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M Herindra.

Ia mengatakan, pertemuan ini membahas kondisi negara yang sedang diwarnai aksi demonstrasi di sejumlah titik. Para tokoh Muslim menyampaikan pandangannya langsung kepada Kepala Negara.

"Kami berdialog dari hati ke hati, memahami secara umum, tapi lengkap, permasalahan bangsa yang dihadapi, khususnya hari-hari ini. Dan, kami bersepakat untuk bersama-sama, bahu-membahu, berupaya untuk mengatasi keadaan, untuk mengajak kepada masyarakat supaya lebih tenang," ujar sosok yang akrab disapa Gus Yahya itu di Hambalang, Bogor, Jabar, Sabtu (30/8/2025).

Ketum PBNU ini menambahkan, pelbagai tantangan bangsa saat ini insya Allah dapat diatasi secara bersama-sama oleh pemerintahan Presiden Prabowo. Hal itu dengan dukungan dari para pemimpin umat.

"Dan sesudah ini, insya Allah, akan kami melanjutkan dan pertemuan lanjutan, yang insya Allah akan dilaksanakan di Istana Negara, bersama antara Bapak Presiden dengan ormas-ormas Islam," ucap Gus Yahya.

"Mudah-mudahan di sana nanti akan ada sesuatu yang bisa dinyatakan sebagai tekad bersama, kesepakatan bersama antara Presiden Prabowo Subianto dengan ormas-ormas Islam sebagai perwakilan dari umat," tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir menjelaskan, dialog selama tiga jam di Hambalang ini menjadi kesempatan bagi para pemimpin umat untuk menyampaikan saran dan pandangannya kepada Presiden. Menurut dia, Kepala Negara mengapresiasi masukan dari mereka.

"Kami punya pandangan yang sama bahwa kita, kekuatan ormas Islam, sebagai kekuatan yang punya sejarah yang panjang di Republik ini---dalam kemerdekaan dan pasca-kemerdekaan---memahami betul, menghayati betul, bahwa persatuan, keutuhan, dan masa depan bangsa, itu perlu kita jaga bersama," ucap Haedar Nashir, Sabtu (30/8/2025).

Dalam sistem demokrasi, rakyat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi di muka umum. Hal itu dilakukan dengan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. Menurut Haedar, pihaknya meyakini, masyarakat Indonesia kini dapat memanfaatkan demokrasi dengan penuh tanggung jawab.

"Kami yakin, seluruh rakyat Indonesia dapat memanfaatkan demokrasi itu dengan penuh pertanggungjawaban, keadaban, dan mewaspadai tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang membawa pada kekerasan dan perbuatan-perbuatan yang meruntuhkan keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia," tukas dia.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |