REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sutradara film Doctor Strange Scott Derrickson melontarkan kritik tajam kepada Elon Musk setelah miliarder tersebut menyatakan akan membuat film The Odyssey dengan menggunakan kecerdasan buatan (Al). Derrickson menilai Musk tidak tahu apa-apa mengenai film dan seni.
"Jelas Elon Musk tidak tahu apa-apa tentang sinema dan dia berhenti membaca sejak usia 20-an. Pendapatnya tentang seni tidak ada harganya," kata Derrickson dalam unggahan di X, dikutip dari Variety, Kamis (23/7/2026).
Kontroversi ini bermula ketika Musk menyatakan bahwa alat Al miliknya, Grok Imagine, mampu membuat film panjang The Odyssey yang akurat secara historis dan tetap setia pada karya Homer. Ia bahkan menjanjikan film Al The Odyssey miliknya akan rampung pada akhir 2026.
"Sebelum tahun ini berakhir, Grok Imagine akan membuat film panjang The Odyssey yang akurat secara historis dan sesuai dengan karya seni Homer," kata Musk dalam unggahan di X.
Musk juga membagikan sebuah video AI berdurasi sekitar tiga menit tentang The Odyssey yang dibuat oleh seorang pengguna X. Cuplikan tersebut menampilkan adegan antara Odysseus dan Calypso.
Meskipun telah ditonton lebih dari 8,9 juta kali, video tersebut hanya mendapat 140 ribu likes dan ribuan komentar, yang sebagian besar berisi kritik dan sindiran terhadap proyek tersebut. Seorang warganet menyindir bahwa Musk hanya ingin membuat adaptasi yang akurat secara historis, bukan film yang bagus.
"Sangat penting untuk dicatat di sini bahwa dia tidak mengatakan film itu akan bagus," komentar seorang warganet.
Klaim Musk bahwa adaptasi tersebut akan dibuat akurat secara historis juga menuai pertanyaan. Warganet mempertanyakan bagaimana kisah yang dipenuhi dewa, monster, dan makhluk mitologi bisa disebut sebagai karya yang akurat secara historis.
"Akurat secara historis seperti apa? Padahal ada Cyclops. Kamu sadar itu puisi mitologi, kan?" komentar warganet lainnya.
Selain itu, warganet juga mengkritik sejumlah detail dalam teaser Al yang dibagikan Elon Musk. Salah Satu yang menjadi sorotan adalah benda yang tampak seperti earpiece atau penyumbat telinga yang dikenakan Odysseus.
Seorang warganet menilai penggambaran itu tetap tidak sesuai dengan teks Homer. Dalam puisi karya Homer, Odysseus sengaja membiarkan telinganya tetap terbuka agar dapat mendengar nyanyian para Sirene, sementara anak buahnya menutup telinga mereka dengan lilin lebah dan mengikat Odysseus pada tiang kapal agar tidak tergoda mengikuti suara tersebut.
.png)
7 hours ago
4












































