Sultan HB X Jadi Korban Rekayasa AI, Video Tawarkan Koin Kuno Beredar di WA Dipastikan Hoax

5 hours ago 3

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang juga Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi korban rekayasa kecerdasan buatan (AI).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang juga Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi korban rekayasa kecerdasan buatan (AI). Sebuah video yang menampilkan sosok mirip Sultan HB X menawarkan koin kuno beredar melalui aplikasi WhatsApp dan diduga menjadi bagian dari modus penipuan.

Terkait ini, Pemda DIY memastikan video tersebut merupakan hoaks. Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Ditya Nanaryo Aji, mengatakan pihaknya diminta mengecek keaslian video tersebut setelah menerima informasi dari salah satu putri Sultan HB X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono.

Video tersebut awalnya diterima GKR Condrokirono dari koleganya yang diduga menjadi calon korban penipuan. Koleganya itu kemudian berupaya memastikan kebenaran video yang mencatut nama Sultan HB X.

"Pertama, kami diminta untuk mengecek apakah humas pernah mengambil video tersebut. Kedua, memastikan kalau memang bukan, apakah itu disinyalir menggunakan AI. Nah, setelah kami cek videonya, ternyata memang benar Ngarsa Dalem tidak mungkin dan tidak pernah melakukan wawancara seperti itu dan kami pastikan itu menggunakan AI," ucap Ditya dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Menurut Ditya, isi video menjadi salah satu indikator bahwa rekaman tersebut bukan pernyataan asli Sultan HB X. Dalam video itu, sosok yang dibuat menyerupai Sultan seolah menawarkan suatu barang dan mengarahkan seseorang untuk melakukan pembayaran sebelum barang dikirim.

"Selama kami mendampingi kegiatan kehumasan, Ngarsa Dalem tidak pernah menyampaikan pernyataan yang masuk ke ranah pribadi seseorang seperti yang tergambar dalam video tersebut. Karena itu kami dapat memastikan bahwa konten tersebut bukan pernyataan beliau," katanya.

"Isi videonya seolah-olah mengarahkan seseorang agar melakukan pembayaran suatu barang sebelum barang tersebut dikirim. Bahkan di dalam video itu juga disebut nama seseorang. Hal seperti ini tentu tidak mungkin disampaikan oleh Ngarsa Dalem," ujarnya menambahkan.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |