Studi: Side Hustle Jadi Strategi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi

9 hours ago 4

Bagi banyak orang di Indonesia, pekerjaan sampingan atau side hustle menjadi cara untuk meraih tujuan finansial di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bagi banyak orang di Indonesia, pekerjaan sampingan atau side hustle menjadi cara untuk meraih tujuan finansial di tengah meningkatnya kebutuhan hidup. Fenomena ini tercermin dalam studi terbaru Prudential plc yang menunjukkan bahwa 43 persen responden di Indonesia memiliki pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama.

Di satu sisi, hal ini mencerminkan semangat generasi muda untuk tetap produktif. Namun, di sisi lain juga menunjukkan adanya tekanan finansial yang mendorong mereka mencari sumber penghasilan tambahan.

Di saat yang bersamaan, nilai keluarga serta tanggung jawab tetap menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan finansial. Sebanyak 82 persen responden Indonesia menempatkan keluarga sebagai prioritas, sementara hanya 35 persen yang menyatakan tidak perlu memberikan dukungan finansial kepada orang lain. Hal ini menunjukkan tekanan finansial yang dihadapi banyak individu dan rumah tangga.

Temuan ini membentuk dasar dari Financial Wellbeing Index dari Prudential plc yang melibatkan lebih dari 7.000 responden di Asia berusia 18–60 tahun yang dilakukan oleh surveyor pihak ketiga. Studi ini mengukur kesehatan finansial melalui empat dimensi utama, yaitu keamanan finansial saat ini dan masa depan, serta kebebasan finansial saat ini dan masa depan.

Secara regional, hasil studi menunjukkan bahwa kesiapan menghadapi risiko finansial dan meraih tujuan keuangan di masa depan masih menjadi tantangan. Hanya 45 persen responden yang yakin mampu menghadapi pengeluaran tak terduga atau memiliki tabungan yang cukup di masa depan. Di tengah kondisi tersebut, hanya 18 persen yang merasa memiliki akses memadai terhadap solusi keuangan.

Hal ini sejalan dengan tingkat literasi keuangan di Indonesia yang masih perlu diperkuat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan masyarakat berada di kisaran 66 persen. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun masyarakat telah mulai membangun kebiasaan finansial, pemahaman terhadap pengelolaan keuangan jangka panjang masih perlu ditingkatkan.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia telah memulai langkah yang tepat, seperti memiliki penghasilan dan menabung. Menurut survei Prudential plc, 69 persen responden di Indonesia menabung setiap bulan, sementara 63 persen lainnya memiliki tujuan menabung yang jelas. Namun, langkah ini perlu dilanjutkan dengan kesiapan menghadapi risiko dan perencanaan jangka panjang.

Sejalan dengan momentum Global Money Week 2026 serta dukungan terhadap program GENCARKAN dari OJK, Prudential Indonesia mendorong masyarakat untuk tidak hanya fokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memperkuat kesehatan finansial.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |