Lutfia azzahra
Gaya Hidup | 2026-07-21 01:35:47
Stop FOMO, Saatnya Fokus pada Hidup Sendiri
Di era media sosial seperti sekarang, hampir setiap hari kita melihat orang lain membagikan momen terbaiknya. Ada yang liburan ke luar negeri, membeli barang impian, wisuda, mendapat pekerjaan baru, hingga menjalani hubungan yang terlihat sempurna. Tanpa disadari, hal-hal tersebut sering membuat kita merasa tertinggal. Perasaan inilah yang dikenal dengan istilah Fear of Missing Out (FOMO).
FOMO adalah rasa takut ketika merasa melewatkan pengalaman atau kesempatan yang dimiliki orang lain. Akibatnya, seseorang menjadi sering membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain. Padahal, apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan kenyataan secara utuh. Banyak orang hanya membagikan sisi terbaik hidupnya, sementara perjuangan dan kesulitannya tidak selalu diperlihatkan.
Jika terus dibiarkan, FOMO dapat berdampak pada kesehatan mental. Seseorang bisa merasa kurang percaya diri, mudah cemas, bahkan kehilangan rasa syukur atas apa yang sudah dimiliki. Selain itu, FOMO juga bisa membuat seseorang mengambil keputusan secara terburu-buru, seperti membeli barang hanya karena sedang tren atau mengikuti gaya hidup yang sebenarnya di luar kemampuan.
Cara mengatasi FOMO sebenarnya cukup sederhana. Mengurangi waktu bermain media sosial, fokus pada tujuan pribadi, serta belajar menghargai setiap proses yang sedang dijalani dapat membantu mengurangi perasaan tersebut. Tidak ada salahnya menikmati pencapaian orang lain, tetapi jangan sampai lupa bahwa setiap orang memiliki jalan hidup dan waktu sukses yang berbeda-beda.
Pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling cepat mencapai sesuatu, melainkan bagaimana kita menikmati setiap proses yang dijalani. Kesuksesan tidak harus selalu terlihat di media sosial. Terkadang, langkah kecil yang kita lakukan hari ini justru menjadi awal dari pencapaian besar di masa depan. Daripada terus melihat kehidupan orang lain, akan lebih baik jika kita mulai fokus membangun versi terbaik dari diri sendiri.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
.png)
10 hours ago
6














































