REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rusia dilaporkan mengirimkan nota diplomatik kepada sejumlah misi asing di Kyiv yang berisi imbauan untuk mengevakuasi staf mereka, di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Ukraina.
Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat potensi eskalasi konflik, khususnya di ibu kota Ukraina, yang selama ini menjadi pusat pemerintahan dan simbol perlawanan Kyiv terhadap invasi Moskow.
Dalam nota tersebut, Rusia meminta kedutaan dan organisasi internasional untuk mempertimbangkan keselamatan personel mereka, menyusul kemungkinan memburuknya situasi keamanan dalam waktu dekat.
Nota Resmi Moskow
Kementerian Luar Negeri Rusia melalui juru bicaranya, Maria Zakharova, menegaskan bahwa imbauan tersebut telah disampaikan kepada seluruh misi diplomatik yang terakreditasi.
“Kementerian Luar Negeri Rusia sangat mendesak pihak berwenang negara Anda dan pimpinan organisasi Anda untuk menanggapi pernyataan ini dengan penuh tanggung jawab dan memastikan evakuasi tepat waktu personel dari misi diplomatik dan misi lainnya, serta warga negara, dari kota Kyiv, mengingat kemungkinan serangan balasan oleh Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terhadap Kyiv, termasuk terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan, jika rezim Kyiv melaksanakan rencana teroris kriminalnya selama perayaan Hari Kemenangan,” demikian kutipan pernyataan resmi tersebut, sebagaimana diberitakan TASS, RTVI, dan sejumlah kantor berita asing pada Kamis (7/5/2026).
Selain itu, Moskow juga meminta seluruh perwakilan diplomatiknya di luar negeri untuk menyampaikan posisi ini kepada negara-negara dan organisasi internasional.
Sinyal Ancaman Jelang Victory Day
Imbauan ini muncul di tengah meningkatnya retorika keras dari Moskow terkait kemungkinan respons militer terhadap Ukraina, terutama menjelang peringatan kemenangan Rusia dalam Victory Day pada 9 Mei.
Victory Day di Rusia memiliki kekhasan yang sangat kuat sebagai perpaduan antara memori sejarah, identitas nasional, dan demonstrasi kekuatan negara. Yang paling berbobot dari peringatan ini bukan sekadar parade militer megah di Red Square, tetapi makna kolektifnya sebagai simbol kemenangan atas Nazi dalam World War II, sebuah trauma sekaligus kebanggaan yang membentuk jati diri Rusia modern.
Victory Day tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi panggung politik dan geopolitik, di mana negara menunjukkan kekuatan militernya, memperkuat legitimasi nasional, dan mengirim pesan strategis ke dunia.
Di dalamnya, ada emosi mendalam, kesedihan atas jutaan korban, kebanggaan atas kemenangan, dan narasi bahwa Rusia adalah bangsa yang mampu bertahan dan menang dalam perang besar, menjadikannya salah satu hari paling sakral sekaligus paling politis dalam kalender nasional Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya telah memperingatkan adanya kemungkinan “serangan balasan” jika Ukraina mencoba mengganggu perayaan tersebut.
.png)
2 hours ago
1
















































