Selat Hormuz Dipajaki, Begini Potensi Kekayaan Mendadak Iran

9 hours ago 6

Kapal kontainer ditambatkan di Pelabuhan Cape Town, Afrika Selatan, 2 Maret 2026. Sejumlah perusahaan mengalihkan jalur pelayaran akibat ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel memicu Iran menerapkan tarif melintas di Selat Hormuz yang sebelumnya gratis dilewati kapal internasional. Jika jadi dilaksanakan, penerapan tarif itu akan mendatangkan keuntungan signifikan bagi Iran.

Yahya Al-e Eshagh, ketua Kamar Dagang Gabungan Iran-Irak, mengatakan Iran secara teoritis dapat menghasilkan 70 miliar dolar AS hingga 80 miliar dolar AS per tahun dari Selat Hormuz dengan mengenakan biaya untuk layanan yang disediakan di sana.

Jika diterapkan, hal ini dapat melampaui pendapatan ekspor minyak Iran. Data yang dikutip oleh Caspian Post menunjukkan Iran memperoleh 41,1 miliar dolar AS dari ekspor minyak pada 2023, meningkat menjadi 46,7 miliar dolar AS pada tahun 2024.

Berbicara kepada Iranian Labour News Agency (ILNA), dia mengatakan Iran “setidaknya” dapat memungut biaya 10 persen dari harga minyak yang melintasi Hormuz berdasarkan hukum maritim untuk layanan di selat tersebut, yang menurutnya mencakup 20 persen hingga 30 persen perdagangan global.

Hugo Dixon, kolumnis Reuters, memperkirakan bahwa Teheran dapat memperoleh 500 miliar dolar AS selama lima tahun ke depan. Jumlah ini bisa dikumpulkan selama pihak-pihak yang keberatan terpaksa membangun jaringan pipa baru.

Bahkan sebagian kecil dari jumlah tersebut akan membawa negara tersebut meraih dominasi regional. Hal ini akan memungkinkan IRGC untuk membangun kembali militernya.

Setidaknya dua kapal yang transit di Selat Hormuz telah membayar Iran untuk perjalanan yang aman, Lloyd’s List Intelligence melaporkan pada hari Senin, mencatat bahwa lalu lintas komersial semakin beralih ke perairan teritorial Iran melalui apa yang dijuluki “Gerbang Tol Teheran.”

Rute tersebut membentang antara pulau Qeshm dan Larak di Iran, tempat Korps Garda Revolusi Islam diketahui sedang memverifikasi rincian kapal dan, dalam beberapa kasus, memungut biaya. Salah satu kapal dilaporkan membayar sebesar 2 juta dolar AS, kata laporan itu.

Mengapa Selat Hormuz Krusial

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |