Potret sejumlah tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) saat memberikan keterangan usai menyambangi Keraton Yogyakarta untuk bertemu dan berdialog dengan Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rabu (23/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sejumlah tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menyambangi Keraton Yogyakarta untuk bertemu dan berdialog dengan Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rabu (23/7/2026). Pertemuan tersebut membahas situasi kebangsaan, termasuk merosotnya kepercayaan publik terhadap pemerintah dan institusi negara.
Rombongan Gerakan Nurani Bangsa tiba di Keraton Yogyakarta sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka kemudian langsung melakukan pertemuan tertutup dengan Sultan HB X. Pertemuan berlangsung tertutup selama hampir tiga jam.
Dijumpai usai pertemuan, Putri sulung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid, mengatakan pertemuan dengan Sultan HB X merupakan bagian dari perjalanan GNB untuk berdialog dengan sejumlah tokoh bangsa mengenai kondisi Indonesia saat ini. Sebelumnya, GNB juga telah bertemu dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
"Yang pertama adalah tentu (membahas) kondisi kebangsaan yang sekarang ini. Tetapi juga yang kedua adalah karena Keraton Yogyakarta dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia itu memang perannya tidak pernah kecil, selalu besar," kata Alissa saat memberikan keterangan kepada wartawan di Keraton Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, Keraton Yogyakarta memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Indonesia, termasuk ketika Yogyakarta pernah menjadi ibu kota sementara Republik Indonesia dalam situasi genting. Selain itu, Sultan HB X juga menjadi salah satu tokoh yang berperan dalam gerakan reformasi 1998.
.png)
5 hours ago
2

















































