Saham emiten nikel cenderung terkoreksi pada Selasa (5/5/2026) seiring kekhawatiran pasar terhadap rencana pemerintah menerapkan bea keluar dan windfall tax.
![]()
Saham Nikel Tertekan Kebijakan Bea Keluar dan Windfall Tax, INCO Jatuh 8 Persen. (Foto: ANTAM)
IDXChannel – Saham emiten tambang nikel cenderung terkoreksi pada Selasa (5/5/2026) seiring kekhawatiran pasar terhadap rencana pemerintah menerapkan bea keluar dan windfall tax.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.59 WIB, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan penurunan paling tajam, yakni hingga minus 8,00 persen ke level Rp6.325 per unit.
Di bawah INCO, saham PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) merosot 3,42 persen menjadi Rp3.670 per unit, disusul PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 2,81 persen dan PT PAM Mineral Tbk (NICL) 2,84 persen.
Kemudian, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) terdepresiasi 1,93 persen, PT Timah Tbk (TINS) turun 1,58 persen, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memerah 0,74 persen.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai rencana kebijakan pemerintah terhadap sektor komoditas menjadi sentimen baru bagi pasar, meski masih menyisakan ketidakpastian dari sisi teknis.
.png)
6 hours ago
6
















































