Ratusan Bangunan SD Indramayu Rusak, Bupati Lucky Hakim : Tolong Pak Menteri

4 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Sebanyak 202 bangunan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Indramayu mengalami kerusakan dan butuh renovasi. Namun, pemotongan anggaran oleh Pemerintah Pusat menyebabkan Pemkab Indramayu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan renovasi tersebut.

Salah satu SD yang mengalami kerusakan itu adalah SDN 2 Tugu, Kecamatan Sliyeg. Bahkan, salah satu ruangannya ambruk pada Kamis (23/7/2026) sore dan menyebabkan dua ruang kelas lainnya tak bisa digunakan karena juga terancam ambruk.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengakui banyaknya sekolah di Kabupaten Indramayu yang rusak di tengah minimnya anggaran saat ini. Untuk itu, ia menyampaikan permohonan bantuan kepada Pemerintah Pusat.

“Hari ini saya meminta pertolongan kepada Pak Menteri Pendidikan terkait untuk pembangunan SD yang sudah sangat rawan sekali pak. Bahkan ini sudah sampai ambruk kemarin,” ujar Lucky, saat meninjau SDN 2 tugu, Jumat (24/7/2026).

Lucky menyatakan, Kabupaten Indramayu mengalami pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 344 miliar. Ia menyatakan, pemotongan anggaran itu sangat besar bagi Kabupaten Indramayu.

Dampaknya, Pemkab Indramayu tidak mampu untuk memenuhi semua layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat, baik pendidikan, keeshatan maupun infrastruktur. Termasuk merenovasi bangunan sekolah yang rusak.

Kondisi SDN 2 Tugu, Kecamatan Sliyeg, Indramayu yang salah satu ruangannya ambruk pada Kamis (23/7/2026)

“Seandainya kami di Indramayu punya uang, pasti kami akan renovasi. Tapi karena kami tidak ada anggarannya, maka kami mohon kepada Pak Menteri untuk berkenan supaya (Indramayu) bisa mendapatkan bantuan untuk melakukan revitalisasi bangunan SD di Indramayu,” tutur Lucky.

Lucky menyatakan, Pemerintah Pusat juga merupakan pemerintah bagi masyarakat Indramayu. Apalagi, masyarakat Indrmaayu juga turut membayar pajak yang disetorkan kepada Pemerintah Pusat. Karena itu, masyarakat Indramayu juga berhak mendapatkan bantuan anggaran yang cukup dari Pemerintah Pusat.

Seperti diketahui, sebuah ruangan di SDN 2 Tugu di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, ambruk, Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Ruangan yang ambruk itu sebelumnya merupakan ruang guru. Beruntung, saat kejadian sudah tidak ada aktivitas di dalamnya sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan pantauan Republika, Jumat (24/7/2026), ruangan itu ambruk total dari mulai atapnya hingga separoh dindingnya. Rangka atap yang terbuat dari kayu pun berserakan di lantai, bercampur dengan gentingyang pecah dan material tembok yang hancur.

Ambruknya ruangan tersebut membuat dua ruang yang berderet di sampingnya, yakni ruang kelas lima dan ruang kelas enam, terpaksa dikosongkan. Pasalnya, kedua ruang kelas itu juga dikhawatirkan ikut ambruk karena memiliki rangkaian atap yang sama dengan ruangan yang ambruk.

Apalagi, kondisi ruang kelas lima dan enam juga tak kalah memprihatinkan. Dinding kedua ruangan itu banyak yang retak dan ambrol, lantainya terkelupas dan sejumlah kaca jendelanya sudah pecah. Akibatnya, para siswa harus ela berbagi ruang kelas.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |