Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof Dadan Hindayana memberi materi pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) bagi Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akademi Militer (Akmil), Kota Magelang, Jawa Tengah pada Sabtu (18/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof Dadan Hindayana memberikan materi pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) bagi Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Akademi Militer (Akmil), Kota Magelang, Jawa Tengah pada Sabtu (18/4/2026). Dalam paparannya, Dadan menekankan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan respons terhadap tantangan demografi Indonesia yang terus tumbuh tiga juta jiwa per tahun.
Menurut dia, program MBG difokuskan pada intervensi 1.000 hari pertama kehidupan untuk optimalisasi kecerdasan. Selain itu, juga menyasar pada anak usia 8 hingga 18 tahun untuk memastikan pertumbuhan fisik yang maksimal.
"Kita harapkan dengan program ini, stuntingnya bisa dicegah. Karena rata-rata IQ Indonesia sekarang 78, kita dengan harapan dengan adanya program ini nanti 10 tahun, 15 tahun ke depan, yang lahir hari ini, 20 tahun kemudian akan jadi tenaga kerja produktif, itu sudah tidak stunting lagi. Dan kemudian tinggi badannya bisa naik karena kita intervensi dari sekarang," ujar Dadan.
Dia mencontohkan, Jepang yang telah sukses meningkatkan tinggi badan rata-rata penduduknya hingga 11 sentimeter (cm) melalui program serupa yang dijalankan secara konsisten. Dadan menyebut, anak yang tumbuh dengan kondisi sehat cenderung memiliki tingkat pendapatan yang lebih tinggi saat memasuki usia produktif.
Tingkat kesejahteraan yang baik pada masa produktif tersebut nantinya turut berkontribusi pada kualitas kehidupan generasi berikutnya yang lebih baik. Dadan menjelaskan, program MBG memiliki cakupan luas yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga seluruh anak sekolah sampai usia 18 tahun.
Hal itu sangat krusial, sambung dia, mengingat data menunjukkan 60 persen anak Indonesia masih jarang mengonsumsi susu dan belum memiliki akses terhadap menu gizi seimbang. Selain dampak kesehatan, menurut Dadan, program MBG telah menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan anggaran sebesar Rp 60 triliun yang tersebar di seluruh Indonesia.
.png)
2 hours ago
1
















































