Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Mulai Menguat

2 hours ago 2

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melambaikan tangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Maret 2026 mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih dalam kondisi terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim daya beli masyarakat mulai membaik pada awal 2026. Hal itu terlihat dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang dinilai masih kuat di tengah berbagai kekhawatiran perlambatan ekonomi.

Purbaya mengatakan, konsumsi rumah tangga tumbuh di atas lima persen pada kuartal pertama tahun ini. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan masyarakat masih memiliki kemampuan belanja yang cukup baik.

“Anda lihat pertumbuhan konsumsi rumah tangganya berapa? 5,2 persen, kan? Artinya daya beli masyarakat juga membaik,” kata Purbaya dalam taklimat media di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ia menilai penguatan daya beli tidak lepas dari berbagai langkah pemerintah untuk mempercepat belanja negara sejak awal tahun. Pemerintah, kata dia, sengaja mempercepat pembayaran subsidi, belanja kementerian, hingga pencairan anggaran ke sejumlah sektor agar perputaran uang di masyarakat lebih cepat terjadi.

Purbaya mencontohkan, percepatan pembayaran subsidi pupuk dan kewajiban pemerintah kepada Pertamina ikut membantu menggerakkan perekonomian. Menurut dia, ketika pembayaran dilakukan lebih cepat, perputaran uang di sektor usaha juga menjadi lebih lancar.

Selain itu, momentum Ramadhan dan Idul Fitri turut menopang konsumsi masyarakat. Namun, Purbaya menegaskan pertumbuhan konsumsi tetap menunjukkan kondisi daya beli yang cukup baik.

“Kalau tidak punya duit, ya tidak punya duit saja. Jadi ini menunjukkan memang daya beli masyarakat bagus,” ujarnya.

Meski demikian, Purbaya mengakui kondisi ekonomi nasional belum sepenuhnya sempurna. Ia menilai masih ada masyarakat yang belum menikmati pertumbuhan ekonomi secara merata. Namun, menurut dia, kondisi tersebut tidak berarti ekonomi Indonesia sedang menuju krisis.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |