Purbaya Klaim Utang RI Masih Lebih Rendah dari Malaysia dan Jepang

2 hours ago 3

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi utang pemerintah Indonesia masih aman meski rasio utang mengalami kenaikan dibanding akhir tahun lalu. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi utang pemerintah Indonesia masih aman meski rasio utang mengalami kenaikan dibanding akhir tahun lalu. Menurut dia, posisi utang Indonesia masih lebih rendah dibanding banyak negara lain, termasuk di kawasan Asia.

Purbaya mengatakan rasio utang Indonesia saat ini masih berada di kisaran 40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut dinilai masih jauh di bawah batas aman yang digunakan banyak negara.

“Kalau kita lihat Maastricht Treaty atau acuan paling ketat di Eropa, rasio utang terhadap PDB itu 60 persen. Kita masih jauh,” kata Purbaya dalam taklimat media di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ia membandingkan rasio utang Indonesia dengan sejumlah negara lain di kawasan. Menurut dia, rasio utang Singapura mencapai sekitar 180 persen terhadap PDB, sedangkan Jepang berada di kisaran 275 persen.

“Malaysia juga di atas 60 persen. Thailand juga tinggi. Kita (Indonesia) termasuk paling hati-hati dibanding negara-negara sekitar,” ungkapnya.

Purbaya menilai utang pemerintah perlu dilihat secara proporsional dengan kemampuan ekonomi suatu negara. Karena itu, ukuran yang digunakan bukan besarnya utang semata, melainkan perbandingannya terhadap kapasitas ekonomi nasional.

Ia mengibaratkan utang negara seperti perusahaan yang sedang mengembangkan usaha. Menurut dia, kemampuan membayar utang akan berbeda antara perusahaan kecil dan perusahaan besar.

“Makanya dibagi rasio utang terhadap PDB,” kata Purbaya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |