Puluhan Siswa SMKN 39 Jakarta Ikuti Pelatihan Hadapi Wawancara Kerja dari Fakultas Psikologi YARSI

20 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Menjawab tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tim dosen Fakultas Psikologi Universitas YARSI menggelar pelatihan persiapan wawancara kerja dan etika profesional bagi 47 siswa kelas XI dan XII SMKN 39 Jakarta di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan ini secara signifikan meningkatkan kesiapan dan pengetahuan siswa dalam menghadapi seleksi kerja.

Data Badan Pusat Statistik per Februari 2025 mencatat lulusan SMK sebagai kelompok dengan Tingkat Pengangguran Terbuka tertinggi secara nasional, yakni 9,01 persen, lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA (7,05 persen) maupun perguruan tinggi (5,25 persen).

Padahal, lulusan SMK justru dipersiapkan untuk langsung memasuki dunia kerja. Salah satu penyebabnya adalah kesenjangan keterampilan non-teknis (soft skills), termasuk kemampuan mempresentasikan diri dalam wawancara kerja.

"Banyak siswa SMK sebenarnya sudah memiliki keterampilan teknis yang baik, tetapi gugur pada tahap wawancara karena belum pernah mendapatkan pembekalan dan pengalaman simulasi yang memadai. Pelatihan ini hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut," ujar Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Sari Zakiah Akmal, dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (19/7/2026).

Pelatihan berlangsung satu hari penuh, Selasa (12/5), pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, dan terbagi dalam empat sesi: pengenalan proses wawancara kerja, strategi menjawab pertanyaan dengan metode STAR (situation, task, action, result), simulasi wawancara dengan umpan balik langsung dari fasilitator, serta pembekalan soft skills dan etika profesional di tempat kerja.

Efektivitas pelatihan diukur melalui evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya, persepsi kesiapan diri siswa dalam menghadapi wawancara kerja meningkat signifikan dari rata-rata 3,48 menjadi 4,29 pada skala 5, dengan 40 dari 46 peserta mengalami peningkatan.

Pengetahuan siswa mengenai wawancara kerja juga naik 11,5 poin persentase. Peserta memberikan penilaian sangat positif terhadap pelaksanaan kegiatan dengan skor rata-rata 4,54 dari 5, dan menyebut metode STAR sebagai materi yang paling berkesan.

"Peningkatan rasa percaya diri adalah salah satu dampak yang paling banyak disampaikan siswa. Ini penting, karena riset menunjukkan kecemasan saat wawancara berhubungan langsung dengan menurunnya performa kandidat," tambah Sari.

Pihak SMKN 39 Jakarta menyambut baik kegiatan ini. Sekolah yang berdiri sejak 1970 tersebut memiliki sekitar 875 siswa pada empat program keahlian dan telah menjalin kerja sama dengan berbagai industri.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |