Pemerintah mempercepat penanganan darurat sampah di DKI Jakarta melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
![]()
Proyek PSEL Jakarta Digenjot, Investasi Tembus Rp17,3 Triliun. (Foto; iNews Media Group)
IDXChannel – Pemerintah mempercepat penanganan darurat sampah di DKI Jakarta melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini didukung pendanaan dari Danantara dengan nilai investasi diperkirakan mencapai USD1 miliar atau setara Rp17,3 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan persoalan sampah di ibu kota telah menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, timbunan sampah Jakarta mencapai sekitar 9.000 ton per hari, dengan sekitar 87 Persen masih mengandalkan sistem open dumping.
Kondisi tersebut tercermin di TPST Bantar Gebang yang disebut telah melampaui kapasitas, bahkan ketinggian timbunan sampahnya diibaratkan setara gedung 16 hingga 17 lantai.
“Baru saja penandatanganan (PSEL antara Danantara dengan Pemprov DKI). Ini adalah kontrak dengan jutaan warga Jakarta, bahwa sampah mereka tidak akan terus menumpuk, berbau, dan membanjiri jalan mereka lagi. Insyaallah dua tahun lagi. Ini adalah tindak lanjut dari arahan tegas Bapak Presiden, 100 persen sampah Indonesia terolah dengan baik, insyaallah nanti doakan pada tahun 2029,” ujar Zulkifli dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).
Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menjelaskan skema investasi pembangunan PSEL akan bergantung pada kapasitas pengolahan. Ia menyebut estimasi biaya sekitar USD1 miliar untuk kapasitas 8.000 ton sampah per hari.
.png)
3 hours ago
4
















































