PLN Siap Eksekusi 21 Proyek PLTS pada Semester I 2026

2 days ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT PLN (Persero) berencana mengeksekusi 21 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada semester pertama 2026. Hal ini sebagai bagian percepatan transisi energi dan penguatan ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan langkah tersebut merupakan implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Ada upaya mendorong pemakaian energi berbasis domestik dengan biaya lebih efisien.

“Di semester satu sudah ada 21 proyek PLTS dan juga PLTS yang terintegrasi dengan Battery Energy Storage System yang sudah siap dieksekusi,” kata Darmawan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Pengembangan PLTS dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama pada pembangkit listrik tenaga diesel di wilayah terpencil. PLN menargetkan pengurangan penggunaan BBM di 741 lokasi pembangkit listrik tenaga diesel dengan total 2.139 mesin melalui penggantian ke energi terbarukan berbasis surya dan sistem penyimpanan energi.

“Pada intinya, kami secara bertahap dan secepat mungkin, termasuk melalui kemitraan yang transparan, kredibel, dan kompetitif, akan mengurangi penggunaan energi berbasis impor dan energi mahal seperti BBM,” ujar Darmawan.

Dalam RUPTL 2025–2034, PLN merencanakan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt. Sebanyak 76 persen berasal dari energi baru dan terbarukan, termasuk tenaga surya yang menjadi salah satu tulang punggung pengembangan. Pengembangan energi terbarukan menghadapi tantangan ketidaksesuaian antara lokasi sumber energi dengan pusat permintaan listrik.

“Dalam melaksanakan transisi energi ini, ada tantangan yaitu mismatch antara lokasi potensi sumber energi terbarukan dengan pusat-pusat demand,” ucap Darmawan.

Untuk mengatasi hal tersebut, PLN menyiapkan pembangunan Green Enabling Supergrid sepanjang sekitar 48.000 kilometer sirkuit transmisi guna menghubungkan sumber energi terbarukan dengan pusat beban. PLN mencatat sistem kelistrikan nasional hingga Maret 2026 dalam kondisi normal. Daya mampu neto mencapai 71 gigawatt dengan reserve margin sekitar 39 persen, sehingga pasokan listrik tetap andal.

“Daya mampu neto 71 gigawatt, reserve margin sekitar 39 persen sehingga pasokan listrik nasional dalam kondisi andal,” kata Darmawan.

Dari sisi energi primer, pasokan gas dan batu bara berada dalam kondisi aman dengan masing-masing hari operasi sekitar 12 hari dan 15,9 hari. PLN juga mempercepat realisasi proyek dalam RUPTL dengan total 547 proyek prioritas yang mencakup tahap pengadaan, konstruksi, hingga commissioning.

PLN menyiapkan peluncuran program bundling project Giga One mulai 2026 untuk mempercepat pengembangan energi hijau sekaligus menurunkan biaya pokok produksi listrik. Langkah tersebut memperkuat fondasi kemandirian energi nasional dalam jangka panjang.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |