REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Payung hukum itu diyakini bakal memperkuat memperkuat fondasi ekonomi masa depan melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, hadirnya perda yang disahkan akhir tahun lalu itu akan memberikkan kepastian hukum kepada pemerintah daerah dan pihak terkait dalam mengembangkkan ekosistem ekonomi kreatif di wilayahnya.
"Kreativitas hari ini adalah sumber daya baru, the new capital. Ia perlu dilindungi, difasilitasi, dan dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi masa depan," kata Jeje, Senin (20/7/2026).
Jeje mengatakkan, Perda tentang Ekonomi Kreatif akan menjadi landasan penting untuk menciptakan dan mengembangkkan ekonomi kreatif sehingga mampu memberikkan kontribusi bagi perekonomian di Kabupaten Bandung Barat serta meningkatkkan daya saing global untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
"Menyediakan program inkubasi, pelatihan, akses modal, dan pemasaran. Kemudian, memperkuat kolaborasi multipihak melalui skema pentahelix," kata dia.
Menurut Jeje, produk ekonomi kreatif asal Bandung Barat sangat luar biasa dan bukan lagi sektor pelengkap. Tetapi sudah menjadi motor pertumbuhan ekonomi modern yang bertumpu pada inovasi, budaya lokal, dan digitalisasi.
Apalagi Bandung Barat memiliki kekayaan potensi kreatif yang tersebar di berbagai wilayah.
Di antaranya wilayah utara seperti Lembang, Cisarua dan Parongpong yang memiliki wisata kreatif, seni pertunjukkan dan studio kreatif, serta Cililin dan Cihampelas berupa kriya bambu dan kayu, kuliner rakyat.
Kemudian Batujajar berupa musik dan komunitas urban kreatif, dan Parongpong berupa craft dan ekowisata kreatif. "Secara keseluruhan, Bandung Barat memiliki kurang lebih 68 ribu UMKM dan pelaku ekraf (ekonomi kreatif), termasuk sekitar 14.500 pelaku ekonomi kreatif dari 17 subsektor," ucap Jeje.
Sementara itu, subsektor unggulan di Kabupaten Bandung Barat meliputi kuliner 42,1 persen, kriya dan souvenir 18,4 persen, fashion 12,6 persen, musik, fotografi, videografi 11,2 persen, serta aplikasi dan digital marketing 4,9 persen.
Jeje berharap dengan adanya Perda terbaru ini mampu menjembatani ide menjadi produk, karya menjadi nilai tambah, dan kreativitas menjadi kesejahteraan.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, Edo Endrawan mendorong pelaku ekonomi kreatif di Bandung Barat adalah meningkatkkan daya saing.
Khususnya dari sisi kualitas produk dan packaging atau kemasan yang harus dibuat lebih menarik konsumen. Ia akan terus memberikan pelatihan dan pembinaan hingga pemberian fasilitas seperti sertifikasi profesi hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Seperti tahun 2025 pihaknya sudah memberikkan fasilitas gratis berupa HKI terhadap 32 pelaku ekonomi kreatif.
Edo melanjutkan, program ini bertujuan memberikan perlindungan bagi produk ekonomi kreatif asal Bandung Barat sehingga memiliki perlindungan hukum jika nantinya terjadi permasalahan seperti sengketa merk dan sebagainya.
Selain itu, HKI akan membuat produk ekonomi kreatif lokal agar lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional. Edo mengatakan, hal itu sejalan dengan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail-Asep Ismail.
"Untuk legalitas. Tujuannya kan ketika produk tidak akan terjadi klaim-mengkliam karena sudah dilegalkan. Kalau produk ini sudah lintas daerah kan sudah enak kalau udah punya hak cipta mah," kata Edo.
Kemudian ada sertifikasi profesi barista bagi 30 peserta yang menurut Edo sangat penting untuk meningkatkkan kredibilitas, peluang karier, hingga memastikan penguasaan teknik dan kualitas layanan yang lebih baik.
Sebab dengan sertifikasi ini membuktikkan bahwa seorang barista memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diakui secara resmi.
"Kita fasilitasi lewat kegiatan ini karena penting bagi mereka untuk mengembangkkan karier bekerja. Kalau sekarang kan semuanya harus ada sertifikat. Ini gratis kami fasilitasi, dan mudah-mudahan ke depannya biaa rutin setiap tahun," kata Edo.
.png)
15 hours ago
4





































