Penjualan Barang Mewah di Timur Tengah Terjun Bebas Gara-gara Perang di Iran

8 hours ago 4

Brand mewah (ilustrasi). Sejumlah brand mewah dilaporkan terdampak perang di Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Merek-merek mewah ikut menghadapi tekanan karena perang di Iran. Penjualan merek-merek mewah terbesar Eropa dikabarkan menurun di Dubai dan Abu Dhabi.

Ini menjadi pukulan baru bagi industri barang mewah yang sebelumnya sudah terus menyusut dalam tiga tahun terakhir. Dilansir Reuters, Senin (13/4/2026), merek-merek mewah pada Maret melaporkan penurunan penjualan sebesar 30–50 persen di Mall of the Emirates, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Dubai, Uni Emirat Arab.

Menurut sumber yang mengetahui data tersebut, angka ini mencerminkan dampak konflik terhadap sektor mewah. Brand LVMH, Kering, dan Hermes dijadwalkan melaporkan penjualan kuartalan mereka pekan ini.

Jumlah pengunjung di Mall of the Emirates, yang menjadi rumah bagi butik mewah seperti Louis Vuitton dan Dior (LVMH), Gucci (Kering), Cartier (Richemont), Chanel, dan Rolex, serta dilengkapi resor ski indoor dan klinik kesehatan dilaporkan turun 15 persen pada Maret, menurut sumber tersebut.

Sementara itu, lalu lintas pengunjung di Dubai Mall yang lebih populer di kalangan wisatawan turun sekitar 50 persen, menurut dua sumber industri. Ini mengindikasikan potensi penurunan penjualan yang lebih besar.

Di Abu Dhabi, pusat belanja yang lebih kecil dan tidak terlalu bergantung pada wisatawan, penjualan di mal Galleria pada Maret lebih stabil, tetapi tetap turun sekitar 10 persen, menurut sumber kedua. Tidak ada pihak pengelola Mall of the Emirates, Dubai Mall, maupun Galleria yang memberikan komentar kepada Reuters.

LVMH, Kering, dan Hermes juga tidak menanggapi permintaan komentar terkait penjualan mereka di Timur Tengah dan dampak konflik tersebut.

sumber : Reuters

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |