Pendapatan Negara Tumbuh 25,4 Persen, Belanja APBN Tembus Rp2.295,7 Triliun

6 hours ago 1

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan kinerja APBN hingga 31 Agustus 2026 tetap terjaga dan solid di tengah dinamika global.

 Istimewa)

Pendapatan Negara Tumbuh 25,4 Persen, Belanja APBN Tembus Rp2.295,7 Triliun. (Foto: Istimewa)

IDXChannel - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan kinerja APBN hingga 31 Agustus 2026 tetap terjaga dan solid di tengah dinamika global. Kondisi ini ditopang permintaan domestik yang terjaga, stabilitas ekonomi, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter. APBN terus dikelola secara kredibel dan terukur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, perlindungan masyarakat, daya beli, dan agenda pembangunan prioritas Pemerintah.

Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp2.055,6 triliun atau 65,2 persen dari target APBN 2026, tumbuh 25,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penerimaan Pajak mencapai Rp1.409,0 triliun, tumbuh 24,1 persen (yoy), Penerimaan Kepabeanan dan Cukai sebesar Rp210,2 triliun, tumbuh 7,8 persen (yoy), serta PNBP sebesar Rp435,1 triliun, tumbuh 41,7 persen (yoy).

Sementara itu, Belanja Negara terealisasi Rp2.295,7 triliun atau 59,7 persen APBN, tumbuh 17,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencapai Rp1.791,5 triliun, terdiri atas Belanja K/L sebesar Rp912,4 triliun atau tumbuh 33,0 persen (yoy) dan Belanja non-K/L sebesar Rp879,1 triliun atau tumbuh 25,1 persen (yoy). Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi Rp504,3 triliun atau 72,8 persen dari target APBN, dengan pertumbuhan lebih rendah 11,8 persen (yoy).

Kinerja fiskal tetap terjaga, tercermin dari defisit APBN sebesar 0,93 persen terhadap PDB sesuai lintasan target APBN 2026. Selain itu, APBN mencatat surplus keseimbangan primer sebesar Rp154,0 triliun. Pengelolaan fiskal dilakukan secara prudent untuk menjaga kesinambungan fiskal.

“Ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track. Maka defisitnya Rp240,1 triliun yang artinya adalah 0,93 persen dari PDB kita,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KITA edisi September 2026, Jumat (18/9/2026).

Kinerja sektor ekonomi utama turut mendukung pertumbuhan penerimaan pajak. Penerimaan pajak sektor perdagangan tumbuh 41,2 persen, pertambangan 44,0 persen, dan industri pengolahan 25,4 persen. Pertumbuhan ini mencerminkan penguatan aktivitas ekonomi di sektor perdagangan, industri, pertambangan, serta sektor pendukung lainnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama Semester I 2026 mencapai 5,45 persen, ditopang permintaan domestik yang tetap solid. Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Januari-Juli 2026 mencatat surplus USD3,7 miliar, mencerminkan fundamental ekonomi yang tetap solid dan resilien.

Halaman : 1 2

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |