OJK Sebut BUS Baru Hasil Spin-Off akan Perkuat Bank Syariah KBMI 2

8 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan satu bank umum syariah (BUS) baru hasil proses spin-off ditargetkan terbentuk pada tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5/2026), mengatakan BUS baru tersebut akan memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional pada kelompok KBMI 2.

Saat ini telah terdapat tiga bank syariah berskala besar yang mengisi posisi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan 3.

Bank dalam kelompok KBMI 2 memiliki modal inti lebih dari Rp 6 triliun hingga Rp 14 triliun. Sementara itu, modal inti KBMI 3 berkisar lebih dari Rp 14 triliun hingga Rp 70 triliun.

Dian menambahkan, sejalan dengan upaya tersebut, konsolidasi industri juga terus berlangsung pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah melalui proses penggabungan terhadap 21 BPR/BPR Syariah yang ditargetkan menghasilkan sembilan BPR Syariah yang lebih kuat, efisien, dan berdaya saing.

Berbagai langkah tersebut, ujar dia, semakin memperkuat struktur industri perbankan syariah sebagai implementasi pilar pertama dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI), yakni penguatan struktur dan ketahanan industri perbankan syariah.

Hingga Maret 2026, industri perbankan syariah mencatat pertumbuhan aset dua digit sebesar 10,49 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 1.061,61 triliun.

Pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82 persen (yoy) menjadi Rp 716,40 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional.

Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah mencapai 11,14 persen (yoy) menjadi Rp 811,76 triliun.

Rasio financing to deposit ratio (FDR) terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir hingga mencapai 87,65 persen, sejalan dengan semakin kuatnya kontribusi perbankan syariah terhadap sektor riil.

Kinerja industri juga tetap terjaga dengan kualitas pembiayaan yang baik. Hal itu tercermin dari rasio non performing financing (NPF) gross dan NPF net yang masing-masing berada pada level 2,28 persen dan 0,87 persen.

Dian menambahkan dukungan perbankan syariah terhadap penguatan sektor riil dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga terus ditingkatkan melalui perluasan akses pembiayaan bagi UMKM.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |