Naskah Khutbah Jumat: Bulan Safar Bukan Bulan Sial

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad DN, Ketua PDM Hulu Sungai Tengah-Kalimantan Selatan

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمُنْعِمِ عَلَى مَنْ أَطَاعَهُ وَاتَّبَعَ رِضَاهُ،

 أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةَ عَبْدٍ لَمْ يَخْشَ إِلَّا اللهَ،

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي اخْتَارَهُ اللهُ وَاصْطَفَاهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ

أمَّا بَعْدُ، فَيَاعِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ 

 أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ 

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ 

يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞۚ

ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُۚ فَلَا تَظۡلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمۡۚ

 وَقَٰتِلُواْ ٱلۡمُشۡرِكِينَ كَآفَّةٗ كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمۡ كَآفَّةٗۚ

وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُتَّقِينَ

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah!

Pada kesempatan yang mulia ini marilah kita berusaha meningkatkan  keimanan  dan ketakwaan kepada Allah SWT. dengan cara menjalankan maksimal perintah-Nya dan mengupayakan menjauhi larangan-Nya.

Shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad saw, beserta keluarga, para sahabat hingga umatnya sampai akhir zaman.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah swt!

Kita sudah  memasuki bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah. Di bulan ini,  tak jarang di tengah masyarakat kita masih beredar keyakinan dan mitos terkait bulan Safar. Ada anggapan bahwa bulan ini adalah bulan kesialan, bulan turunnya musibah, atau bahkan bulan yang perlu dihindari untuk melakukan hal-hal penting.

Keyakinan semacam ini sejatinya merupakan warisan dari tradisi Arab Jahiliah di masa lampau. Mereka menghubungkan berbagai kejadian buruk dengan bulan Safar, hingga menganggapnya sebagai bulan yang penuh kesialan. Namun, sebagai muslim, kita wajib meluruskan pandangan ini dengan berlandaskan pada ajaran Islam yang murni.

Islam tidak mengenal hari, bulan, atau tahun sial. Sebagaimana seluruh keberadaan di alam raya ini, waktu adalah makhluk Allah. Waktu tidak bisa berdiri sendiri. Ia berada dalam kekuasaan dan kendali penuh Rabb-nya. Setiap umat Islam wajib berkeyakinan bahwa pengaruh baik maupun buruk tidak ada tanpa seizin Allah.

Seperti bulan-bulan lainnya, bulan Safar pun netral dari kesialan atau ketentuan nasib buruk. Jika pun ada kejadian buruk di dalamnya, maka itu semata-mata karena faktor lain, bukan karena bulan Safar itu sendiri.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |