
Ilustrasi minum air putih dingin. (Foto: dok Freepik/jcomp)
JAKARTA - Banyak orang percaya kalau minum air dingin itu kebiasaan buruk yang bisa mengganggu kesehatan jangka panjang. Air dingin membuat lambung mengkerut, sehingga makanan jadi sulit dicerna setelah makan. Ada juga anggapan bahwa tubuh harus bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu internal jika kita meminum air yang suhunya mendekati es.
Namun, apakah anggapan tersebut memang benar? Yuk, kenali risiko dan manfaat minum air dingin berdasarkan penelitian medis!
Apakah Ada Risiko Kesehatan?
Melansir Healthline, secara umum, tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa minum air dingin berbahaya bagi kebanyakan orang. Air dingin maupun air bersuhu ruang sama-sama berfungsi dengan baik untuk menjaga hidrasi tubuh agar tetap segar.
Meski begitu, air dingin memang bisa mempengaruhi tubuh dengan cara yang tidak terduga bagi sebagian orang dengan kondisi medis tertentu:
- Memperberat Gejala Flu: Sebuah studi kecil menunjukkan bahwa minum air dingin dapat membuat lendir hidung (ingus) menjadi lebih kental dan menyumbat saluran pernapasan. Sebaliknya, sup ayam atau air hangat justru membantu melancarkan pernapasan. Jadi, saat flu, air hangat memang terasa lebih nyaman.
- Memicu Migren: Bagi orang yang memiliki riwayat migren, minum air yang sangat dingin dikabari bisa menjadi salah satu faktor pemicu sakit kepala tersebut.
- Memperbanyak Nyeri Akalasia: Penderita akalasia, kondisi langka yang membuat kerongkongan sulit mendorong makanan ke lambung, bisa merasakan nyeri yang lebih parah jika minum air dingin saat makan.
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan beberapa budaya lain, minum air dingin saat menyantap makanan panas memang dipercaya bisa memicu ketidakseimbangan energi dalam tubuh. Namun, sejauh ini belum ada riset yang cukup untuk membuktikan apakah kepercayaan tersebut benar atau salah.
Manfaat Minum Air Dingin
Di samping mitos-mitos yang beredar, minum air dingin ternyata punya manfaat tersendiri, terutama saat kita beraktivitas fisik:
- Mencegah Suhu Tubuh Berlebih: Minum air dingin saat berolahraga sangat membantu tubuh menjaga suhu inti agar tidak terlalu panas. Efeknya, sesi olahraga Anda bisa berjalan dengan lebih optimal.
- Membantu Pembakaran Kalori: Sebuah studi kecil mendapati bahwa minum air dingin bisa meningkatkan pengeluaran energi tubuh sekitar 2,9 persen selama 90 menit setelah diminum. Ini karena tubuh mengeluarkan sedikit energi untuk menghangatkan air tersebut. Namun, efek ini sangat kecil, jadi air dingin tetap tidak bisa diandalkan sebagai cara instan untuk menurunkan berat badan.
Intinya, selama kamu tidak memiliki kondisi medis khusus seperti migren atau akalasia, minum air dingin itu sepenuhnya aman. Yang paling penting adalah memastikan kebutuhan cairan tubuhmu tetap terpenuhi setiap hari!
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.
.png)
11 hours ago
3















































