Menhut: Krisis Iklim tak Boleh Kalah oleh Geopolitik Global

3 hours ago 3

Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni mengingatkan kompleksitas geopolitik global saat ini tidak boleh menyurutkan langkah komunitas internasional menghadapi ancaman nyata krisis iklim. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni mengingatkan kompleksitas geopolitik global saat ini tidak boleh menyurutkan langkah komunitas internasional menghadapi ancaman nyata krisis iklim.

Raja Juli menekankan, rimbawan di seluruh dunia harus tetap teguh dan fokus pada misi utama melindungi paru-paru dunia. Ia mengatakan, tantangan lingkungan yang semakin berat memerlukan pendekatan global yang lebih solid dan tidak terfragmentasi.

“Melindungi hutan dunia di tengah lanskap geopolitik yang kompleks saat ini memerlukan pembaruan semangat multilateralisme. Kita membutuhkan solidaritas yang semakin kuat serta aksi kolektif yang nyata untuk memastikan keberlangsungan hutan bagi generasi mendatang,” kata Raja Juli dalam Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di New York, Senin (11/5/2026).

Dikutip dari pernyataan Kementerian Kehutanan, di UNFF21 Raja Juli mengajak komunitas internasional untuk melihat hutan melampaui batas administratif maupun politik. Menurut dia, kerja sama internasional yang diperkuat dan kemitraan multipihak merupakan satu-satunya jalan untuk memobilisasi dukungan serta investasi yang lebih besar bagi pengelolaan hutan berkelanjutan di seluruh dunia.

Ia mengingatkan seluruh delegasi anggota PBB yang hadir bahwa di tengah berbagai perbedaan yang ada, komitmen terhadap kelestarian alam dan perlindungan keanekaragaman hayati harus tetap menjadi prioritas bersama demi masa depan bumi yang lebih hijau dan inklusif.

Dalam forum yang sama, Raja Juli juga menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam perlindungan keanekaragaman hayati. Di UNFF21, Raja Juli menyoroti dua langkah strategis nasional yang menjadi pilar penguatan konservasi satwa dan pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia saat ini. Langkah pertama adalah pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |