Memahami Tabel Penyusutan Metode Garis Lurus dalam Akuntansi 

3 months ago 60

Tabel penyusutan metode garis lurus penting untuk dipahami, terutama bagi Anda yang tengah mempelajari Akuntansi. 

 Freepik) 

Memahami Tabel Penyusutan Metode Garis Lurus dalam Akuntansi. (Foto: Freepik) 

IDXChannel – Tabel penyusutan metode garis lurus penting untuk dipahami, terutama bagi Anda yang tengah mempelajari Akuntansi. 

Dalam dunia akuntansi, penyusutan adalah proses mengalokasikan biaya perolehan aset tetap selama masa manfaatnya. Salah satu metode yang paling sering digunakan adalah metode garis lurus (straight-line method). Metode ini sederhana dan mudah dipahami, sehingga sering menjadi pilihan utama dalam pencatatan penyusutan aset seperti kendaraan, mesin, dan peralatan kantor.

Agar lebih jelas, berikut ini IDXChannel menyajikan pembahasan mengenai apa itu tabel metode garis lurus, rumusnya, dan contoh perhitungannya. 

Metode garis lurus adalah metode penyusutan yang membagi nilai aset tetap secara merata selama masa manfaatnya. Artinya, jumlah penyusutan setiap tahun akan selalu sama. Metode ini merupakan metode perhitungan yang sederhana dan mudah digunakan. Dengan metode penyusutan garis lurus, nilai suatu aset dikurangi secara merata setiap periode hingga mencapai nilai sisa (salvage value-nya). 

Penyusutan garis lurus merupakan metode penyusutan yang paling umum digunakan dan paling sederhana untuk mengalokasikan biaya aset tetap. Perhitungannya dilakukan dengan membagi biaya perolehan aset, dikurangi nilai sisa, dengan umur manfaat aset tersebut. 

Metode ini dinilai konsisten sehingga cocok untuk laporan keuangan jangka panjang. Selain itu, metode ini juga cocok untuk aset yang penggunaannya stabil sepanjang masa manfaatnya. Meski demikian, metode ini juga  memiliki kelemahan yakni tidak mencerminkan penurunan nilai fungsi aset yang lebih cepat di awal pemakaian sehingga tidak cocok untuk aset yang nilainya cepat turun di awal masa pakai.

Rumus dasar dari penyusutan metode garis lurus adalah sebagai berikut. 

Penyusutan Tahunan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) / Umur Manfaat

  • Harga Perolehan: harga beli aset termasuk biaya tambahan seperti pajak, ongkos kirim, dan instalasi.
  • Nilai Residu (salvage value): nilai sisa aset di akhir masa manfaatnya.
  • Umur Manfaat: estimasi berapa lama aset dapat digunakan secara produktif.

Agar lebih memahami perhitungan penyusutan metode garis lurus, Anda bisa memperhatikan contoh sebagai berikut. 

Sebuah perusahaan membeli mesin produksi seharga Rp100.000.000 dengan estimasi umur manfaat 5 tahun dan nilai residu Rp6.000.000. Maka penyusutan tahunannya yakni sebagai berikut. 

Penyusutan tahunan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) / Umur Manfaat
 = (Rp100.000.000 – Rp6.000.000) / 5
 = Rp94.000.000 / 5
 = Rp18.800.000 per tahun

Dari contoh di atas, maka tabel penyusutan metode garis lurusnya bisa disusun sebagai berikut. 

Tahun

Nilai Awal Aset

Beban Penyusutan

Akumulasi Penyusutan

Nilai Buku Akhir

1

Rp100.000.000

Rp18.800.000

Rp18.800.000

Rp81.200.000

2

Rp100.000.000

Rp18.800.000

Rp37.600.000

Rp63.400.000

3

Rp100.000.000

Rp18.800.000

Rp56.400.000

Rp43.600.000

4

Rp100.000.000

Rp18.800.000

Rp75.200.000

Rp24.800.000

5

Rp100.000.000

Rp18.800.000

Rp94.000.000

Rp6.000.000

Itulah penjelasan mengenai tabel penyusutan metode garis lurus sangat. Tabel ini sangat membantu dalam memvisualisasikan bagaimana nilai aset tetap berkurang secara sistematis dari tahun ke tahun. Dengan menggunakan rumus dasar dan menyusun tabel yang rapi, perusahaan dapat dengan mudah mencatat beban penyusutan, menghitung nilai buku aset, dan membuat laporan keuangan yang akurat.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |