REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masalah kesehatan gigi masih menjadi temuan paling banyak dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan, sementara pemerataan tenaga dokter gigi di berbagai daerah masih menjadi tantangan. Kondisi tersebut mendorong berbagai kolaborasi untuk memperluas akses layanan kesehatan gigi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Data Program CKG Kementerian Kesehatan pada 2025 yang telah menjangkau hampir 9 juta peserta menunjukkan masalah kesehatan gigi menjadi temuan paling dominan, bahkan melampaui hipertensi. Sekitar satu dari dua peserta berusia 0 hingga 60 tahun tercatat mengalami gigi berlubang.
Pada 2026, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan kembali mencatat 1,1 juta anak atau 41 persen dari anak yang diperiksa melalui CKG mengalami gigi berlubang. Di sisi lain, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) menyebut sekitar 26,8 persen puskesmas di Indonesia masih belum memiliki dokter gigi.
Merespons kondisi tersebut, Yayasan Kembara Nusa bersama GIGI.ID, Basecamp Melangkiki, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Peduli menggelar layanan kesehatan gigi gratis di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, pada 23-24 Juli 2026.
Program tersebut menyediakan pemeriksaan, konsultasi, perawatan, serta edukasi kesehatan gigi bagi anak-anak dan orang dewasa di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Co-Founder Kembara Nusa Stella Valentina mengatakan, Alor dipilih karena masih menghadapi tantangan dalam memperoleh layanan kesehatan gigi.
“Alor menjadi perhatian kami mengingat masih adanya tantangan terhadap akses layanan kesehatan gigi. Tujuan kami bukan hanya menangani keluhan, tetapi juga membantu masyarakat mencegah masalah gigi berulang,” ujar Stella, Jumat (24/7/2026).
Program di Alor merupakan kegiatan pengabdian tahunan kedelapan Yayasan Kembara Nusa sejak berdiri pada 2018 dan menjadi kegiatan bakti sosial keempat yang diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur.
Sebanyak 74 relawan lintas profesi terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas 24 relawan dari berbagai daerah di Indonesia yang meliputi 21 dokter gigi umum dan spesialis serta tiga relawan nonmedis. Mereka bekerja bersama 50 anggota Basecamp Melangkiki yang mendukung pelaksanaan program sejak tahap persiapan hingga kegiatan berlangsung.
Layanan ditargetkan menjangkau sekitar 500 warga di Desa Kokar, Kecamatan Alor Barat Laut, serta Posyandu Lipa B di Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.
Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo mengatakan, kehadiran puluhan dokter gigi dalam waktu bersamaan menjadi momentum penting bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat di daerah tersebut.
“Kehadiran 21 dokter gigi secara bersamaan menjadi momentum penting bagi Kabupaten Alor. Kegiatan yang menjangkau sejumlah titik di Kecamatan Alor Barat Laut dan Teluk Mutiara ini akan sangat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi,” ujar Rocky.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, dukungan melalui BRI Peduli ditujukan untuk memperluas akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat kolaborasi antara tenaga medis dan komunitas lokal.
“Bagi BRI, akses kesehatan yang lebih merata merupakan salah satu fondasi bagi peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Melalui BRI Peduli, BRI mendukung kolaborasi yang mempertemukan keahlian tenaga medis dengan kekuatan komunitas lokal. Kami berharap manfaatnya tidak hanya dirasakan saat pemeriksaan dan perawatan, tetapi juga melalui pengetahuan yang dapat diterapkan keluarga secara berkelanjutan,” ujar Dhanny.
Selain pelayanan langsung, program ini juga menekankan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar serta pentingnya pemeriksaan gigi setiap enam bulan. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan gigi melalui peningkatan edukasi sejak usia dini dan pemerataan tenaga kesehatan di berbagai daerah.
Kolaborasi antara tenaga medis, komunitas lokal, sektor swasta, dan pemerintah daerah dinilai menjadi salah satu pendekatan yang dapat memperluas akses layanan kesehatan gigi, terutama di wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
.png)
17 hours ago
8

















































