LinkUMKM BRI Dorong Perempuan Pengusaha Fesyen Naik Kelas

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah tren fesyen yang terus berubah, menghadirkan produk yang tidak hanya mengikuti gaya juga menjaga identitas budaya, menjadi tantangan bagi pelaku usaha.

KainIndonesia.co hadir menjawab hal itu dengan mengolah wastra Nusantara jadi busana siap pakai yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Dikembangkan perempuan asal Jakarta Timur, KainIndonesia.co menjadikan kain tradisional sebagai fondasi utama produknya.

Didirikan pada 2021, usaha ini berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan wastra Indonesia agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Berbagai wastra seperti batik, tenun, lurik, hingga endek diolah menjadi busana modern, fashionable, dan nyaman, tanpa meninggalkan karakter khasnya.

Mengusung konsep “From Office to Hangout”, KainIndonesia.co menghadirkan model seperti outer dan blouse sebagai produk unggulan, dengan pilihan ukuran lengkap hingga big size serta opsi custom dan konversi ukuran internasional.

Pemilik KainIndonesia.co, Shinta Paramarti menuturkan, dirinya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti BRI Incubator. Ia menjelaskan, BRI merupakan bank dengan nama besar yang sangat baik.

Komitmen tersebut tecermin dari jaringan kantor cabang dan ATM yang tersebar hingga ke daerah-daerah terpencil sehingga membuat dirinya yakin program BRI juga akan memberikan manfaat yang besar.

‘’Dan memang benar, di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya," ungkapnya.

Seiring berkembangnya usaha, KainIndonesia.co memasarkan produknya melalui berbagai kanal. Mulai dari offline, marketplace, hingga social commerce, dengan jangkauan pasar dari lokal hingga ekspor.

Melalui LinkUMKM, KainIndonesia.co memperoleh akses pembelajaran untuk memperkuat pengelolaan bisnis sekaligus memperluas jaringan usaha.

Dalam operasionalnya, usaha ini juga memanfaatkan QRIS dan tabungan BRI untuk mendukung transaksi dan pengelolaan keuangan, serta mengalokasikan sebagian hasil usaha untuk investasi.

Shinta menambahkan, pengembangan usaha akan terus difokuskan pada penguatan identitas berbasis wastra sekaligus memperluas penerimaan pasar terhadap busana bernuansa budaya.

"Kami ingin terus menjadi jembatan antara tradisi dan gaya hidup modern, menjaga warisan, menghidupkan cerita, dan menciptakan dampak lebih luas bagi banyak orang serta membawa Wastra Indonesia agar semakin relevan. Tak hanya di Indonesia, juga di pasar global," ujarnya.

Hingga akhir Maret 2026, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 15,57 juta UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas.

LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, Media, Komunitas, Etalase Digital, Coaching Clinic, dan layanan lainnya. Salah satunya registrasi NIB, serta didukung lebih dari 840 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, pengembangan usaha seperti KainIndonesia.co menunjukkan kemampuan pelaku UMKM memadukan kekayaan budaya dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Menurut dia, KainIndonesia.co menunjukkan pelaku usaha mampu mengolah kekayaan wastra Nusantara menjadi produk yang bernilai tambah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui LinkUMKM, BRI mendorong pelaku usaha, termasuk perempuan, terus mengembangkan kapasitas bisnisnya agar lebih adaptif dan berkelanjutan.

‘’Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran pendampingan agar semakin banyak UMKM yang mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (9/4/2026).

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |