Lindswell Kwok Beri Masukan Berharga untuk CdM Indonesia di Asian Games 2026

2 hours ago 2

Ramdani Bur , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2026 |02:05 WIB

Lindswell Kwok Beri Masukan Berharga untuk CdM Indonesia di Asian Games 2026

Lindswell Kwok saat memberi masukan kepada CdM Indonesia di Asian Games 2026 Todotua Pasaribu. (Foto: NOC Indonesia)

PRESTASI atlet tidak hanya ditentukan kemampuan teknis dan persiapan fisik, tetapi juga kekuatan mental saat menghadapi tekanan pertandingan. Pesan tersebut disampaikan Ratu Wushu Indonesia Lindswell Kwok kepada Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, dalam rangkaian visitasi cabang olahraga jelang Asian Games 2026.

Menurut Lindswell Kwok yang pernah merasakan atmosfer persaingan multi-event internasional, menjaga kondisi psikologis atlet menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan performa ketika tampil di arena pertandingan. Lindswell merupakan peraih medali perak Asian Games Incheon 2014 dan medali emas Asian Games 2018 yang saat ini menjadi pelatih di pelatnas wushu menjelang Asian Games 2026.

 NOC Indonesia) CdM Todotua Pasaribu saat mengunjungi pelatnas wushu Indonesia di Asian Games 2026. (Foto: NOC Indonesia)

1. Masukan Penting dari Lindswell Kwok

Bagi CdM Todotua, masukan dari atlet dan mantan atlet menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kontingen Indonesia. Karena itu, setiap kunjungan ke cabang olahraga tidak hanya dilakukan untuk melihat perkembangan latihan, tetapi juga membuka ruang diskusi untuk memahami kebutuhan atlet dari pengalaman langsung mereka.

"Kami ingin mendengar langsung dari mereka yang pernah berada di lapangan. Atlet dan mantan atlet adalah pihak yang paling memahami kebutuhan selama mengikuti multi-event. Masukan-masukan seperti inilah yang menjadi bekal kami untuk memastikan pelayanan kepada kontingen benar-benar menjawab kebutuhan atlet ketika berada di Asian Games nanti," ujar Todotua.

Masukan tersebut menjadi perhatian Todotua dalam menjalankan perannya sebagai CdM. Ia menegaskan tugas CdM bukan hanya mengatur keberangkatan kontingen, tetapi memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi agar mereka dapat berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan.

"Kami ingin atlet datang ke arena hanya memikirkan pertandingan. Setiap cabang olahraga memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu kami datang, berdiskusi, mendengar pengalaman mereka, lalu menyiapkan solusi yang paling sesuai. Semakin banyak kami mendengar dari atlet, mantan atlet, pelatih, dan ofisial, semakin baik pula pelayanan yang bisa kami siapkan untuk kontingen Indonesia," imbuhnya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |