
Gunung Erupsi (foto: Illustrasi Okezone)
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Imbauan tersebut disampaikan menyusul aktivitas erupsi yang masih berlangsung.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut dentuman dan suara gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau merupakan bagian dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung.
"Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunungapi untuk melihat aktivitas erupsi maupun mengambil gambar atau video, mengingat masih terdapat potensi lontaran material dari kawah aktif," tutur Berton kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).
Berton juga meminta masyarakat tidak panik terkait kekhawatiran terjadinya tsunami. Dia memahami kekhawatiran masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung, terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kekhawatiran tersebut tidak terlepas dari pengalaman masyarakat terhadap tsunami pada 22 Desember 2018 yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Oleh sebab itu, diharapkan kepada masyarakat agar tidak panik," ungkapnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
.png)
3 hours ago
1
















































