Keutamaan Ibadah Haji Jauhkan Kefakiran dan Menghapus Dosa, Benarkah?

9 hours ago 3

Jamaah haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ada banyak nash yang menyebutkan berbagai keutamaan ibadah haji, di antaranya menjauhkan kefakiran dan menghapus dosa.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, salah satu hikmah yang bisa diraih oleh mereka yang melaksanakan ibadah haji adalah melenyapkan kefakiran.

Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

تَابِعُوْا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانَ الْفَقْرَ وَالذُّنُوْبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ، وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُوْرَةِ ثَوَابُ اِلاَّ الْجَنَّةَ

“Lanjutkan haji dengan umrah, karena sesungguhnya keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, sebagaiman api dapat menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahal haji yang mabrur itu melainkan surga.”

KH Ahmad Sarwat Lc dalam buku Ibadah Haji: Rukun Islam Kelima terbitan Rumah Fiqih menuliskan bahwa banyak yang mempertanyakan hadits ini, apa benar ibadah haji itu pasti melenyapkan kefakiran?

Bukankah banyak bukti bahwa orang yang sudah mengerjakan ibadah haji, ternyata masih pada miskin juga.

Jawabnya bahwa hadits ini bisa dipahami dengan dua cara. Cara pertama, memang orang yang pergi haji itu pasti tidak fakir, sebab orang yang fakir tidak mungkin pergi haji.

Kalaupun ada orang fakir yang bisa pergi haji, bagaimana pun cara mendapatkan hartanya, yang pasti ketika dia bisa berangkat haji maka saat itu dia bukan orang yang fakir.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |