Kapalnya Dibajak AS, Iran Enggan Berunding

1 hour ago 1

Pemandangan hotel Serena yang menjadi tuan rumah putaran terakhir perundingan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, di Islamabad, Pakistan, 20 April 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran memberi isyarat pada Senin bahwa mereka tidak berencana mengirim perunding ke Islamabad untuk putaran baru perundingan dengan AS.  mengancam rencana Pakistan untuk melakukan perundingan multi-hari antara negara-negara yang bertikai kurang dari 48 jam sebelum gencatan senjata yang rapuh akan berakhir.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Washington telah “melanggar gencatan senjata sejak awal penerapannya.”

Dia memperingatkan bahwa jika AS dan Israel melancarkan agresi baru, angkatan bersenjata Iran “akan merespons dengan tepat,” seraya menegaskan kembali bahwa proposal 10 poin Teheran, yang diajukan menjelang putaran pertama perundingan di Islamabad, tetap menjadi dasar negosiasi apa pun.

“AS tidak belajar dari pengalaman,” kata Baghaei, “dan hal ini tidak akan pernah membawa hasil yang baik.” Dia mengatakan Iran telah memberi tahu Pakistan, mediator utama kedua belah pihak, mengenai pelanggaran ini.

Para pejabat Pakistan mengatakan mereka tetap berharap bisa membawa kedua pihak kembali ke meja perundingan. Islamabad bersiap menjadi tuan rumah perundingan putaran kedua antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri perang mereka.

Namun para pejabat mengakui bahwa meningkatnya ketegangan dalam beberapa jam terakhir telah mengaburkan prospek perundingan.

Berbeda dengan perundingan putaran pertama yang diadakan di Islamabad pada 11 April, Pakistan bertujuan untuk membuat AS dan Iran menyetujui perundingan selama beberapa hari, sampai kesepakatan sementara – yang oleh para mediator disebut sebagai nota kesepahaman – ditandatangani. Hal ini akan  secara efektif memperpanjang gencatan senjata, kata sumber yang dekat dengan upaya ini kepada Aljazirah

Jika MoU disetujui, hal ini akan memberikan waktu yang lebih lama bagi para perunding – bahkan hingga 60 hari – untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih lama.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa pemerintah berencana untuk tidak mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat di Islamabad. Blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih menjadi kendala utama.

Ketegangan ini diperburuk oleh serangan dan penyitaan Touska oleh militer AS semalam. Stasiun penyiaran negara IRIB mengutip sumber-sumber Iran yang mengatakan “saat ini tidak ada rencana untuk berpartisipasi dalam putaran perundingan Iran-AS berikutnya”.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |