Jadi Ibu di Usia 40 Tahunan? Tenang, Ini Tips Mengasuh Anak saat Perimenopause

7 hours ago 2

Jadi Ibu di Usia 40 Tahunan? Tenang, Ini Tips Mengasuh Anak saat Perimenopause

Ilustrasi hamil di usia perimenopause. (Foto: dok Freepik)

JAKARTA - Aktris Anne Hathaway kini sedang mengandung anak ketiganya di usia 43 tahun. Bayangkan, hamil di atas usia kepala 4, di mana masa itu adalah masa perimenopause, tentu jadi kekhawatiran setiap perempuan. Apakah bisa melaluinya? 

Tentu, menjadi orang tua itu tak pernah mudah, apalagi kalau ditambah dengan datangnya fase perimenopause. Masa transisi sebelum menopause ini bisa membawa berbagai perubahan pada tubuh dan emosi, yang tentunya secara tidak langsung akan berdampak pada cara mengasuh anak sehari-hari.

Apa itu Perimenopause?

Dilansir dari Parents, perimenopause adalah fase sebelum menopause di mana tubuh mulai memproduksi lebih sedikit hormon estrogen. Umumnya, fase ini terjadi ketika perempuan memasuki usia 40-an, tetapi bisa juga dimulai lebih awal. 

Gejalanya bermacam-macam, mulai dari siklus haid yang tidak teratur, hot flashes atau rasa panas yang muncul tiba-tiba di tubuh, susah tidur nyenyak, hingga perubahan suasana hati (mood swing) yang cukup drastis.

Dampaknya pada Pengasuhan Anak

Coba bayangkan kamu kurang tidur di malam hari, lalu keesokan paginya harus menghadapi anak yang sedang rewel atau tantrum. Tentu saja, stok kesabaran menjadi sangat tipis. Perubahan suasana hati yang cepat bisa membuat lebih mudah marah atau tersinggung oleh hal-hal kecil yang dilakukan anak.

Selain itu, fenomena kabut otak (brain fog) yang sering dialami saat perimenopause bisa membuat jadi gampang lupa. Lupa jadwal les anak, lupa menyiapkan bekal, atau bahkan lupa janji penting dengan guru di sekolah. Ini semua sangat wajar terjadi, tapi tentu bisa membuat tingkat stres semakin bertambah jika tidak diantisipasi.

Tips Mengasuh Anak Sambil Menghadapi Perimenopause

  • Terbuka pada Keluarga: Tak ada salahnya memberi tahu anak-anak (terutama yang sudah agak besar) dan pasangan tentang apa yang sedang kamu alami. Jelaskan secara santai bahwa perubahan emosimu bukan karena kesalahan mereka, melainkan karena perubahan hormon di tubuhmu.
  • Prioritaskan Perawatan Diri: Meluangkan waktu untuk diri sendiri (me time) bukanlah hal yang egois, melainkan sebuah kebutuhan. Sempatkan waktu untuk berolahraga ringan, melakukan hobi, atau sekadar mandi air hangat dengan tenang. Tubuh dan pikiran yang rileks akan membuat emosimu jauh lebih stabil.
  • Jangan Ragu Meminta Bantuan: Mintalah pasangan atau anggota keluarga lain untuk mengambil alih beberapa tugas rumah atau pengasuhan anak saat kamu merasa kewalahan dan butuh istirahat.
  • Konsultasi dengan Ahli: Jika gejalanya dirasa sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Ada banyak solusi, baik terapi maupun obat, yang bisa membantu meredakan keluhan perimenopause.

Mengasuh anak sambil melewati fase perimenopause memang ibarat menaiki roller coaster. Namun, dengan pemahaman yang baik mengenai apa yang terjadi pada tubuhmu, dukungan keluarga, serta komunikasi yang jujur dan terbuka, kamu pasti bisa melewatinya dengan baik.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri berita women lainnya

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |