Tank Israel beroperasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, dekat Galilea Atas, di Israel utara, 26 Maret 2026. Israel melanjutkan operasi di Lebanon pada awal Maret 2026, menargetkan infrastruktur dan personel Hizbullah.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Dalam perdebatan Israel seputar front Lebanon, drone tidak lagi sekadar senjata pendukung atau alat pengintaian, melainkan kini digambarkan oleh media Ibrani sebagai salah satu ancaman paling membingungkan bagi Tentara Israel.
Selama beberapa pekan terakhir, pembicaraan mengenai generasi baru drone bunuh diri berukuran kecil yang beroperasi melalui serat optik alih-alih bergantung sepenuhnya pada FPV, nirkabel atau sinyal navigasi tradisional, yang menurut perkiraan Israel sendiri, mengurangi efektivitas gangguan elektronik dan memberikan operator kemampuan yang lebih tinggi untuk mengarahkan drone hingga saat terkena serangan.
Pandangan ini tidak muncul di media Ibrani sebagai perdebatan teknis semata, melainkan sebagai indikasi adanya pergeseran yang lebih luas dalam sifat ancaman di perbatasan utara.
Yang paling menarik perhatian dalam liputan media Ibrani adalah bahwa ketakutan Israel tidak hanya berfokus pada ukuran drone-drone ini atau muatannya, melainkan pada cara pengoperasiannya.
Aljazeera melaporkan pada Kamis (16/4/2026), Dalam laporan surat kabar Globes berjudul "Begini Cara Hizbullah Membuat Drone-nya Kebal Terhadap Intercept", yang ditulis oleh Asaf Gilad dan pertama kali diterbitkan pada 6 April 2026, senjata ini diperkenalkan sebagai "peningkatan" dalam kemampuan Hizbullah.
Ini karena drone tersebut terhubung dengan kabel serat optic yang memberinya—menurut teks tersebut—perlindungan penuh dari upaya intersepsi melalui gangguan sinyal.
Surat kabar tersebut menambahkan bahwa pembicaraan ini mengenai drone "FPV" yang harganya hanya sekitar 500 dolar AS dan digunakan "secara rutin" melawan tank, kendaraan pengangkut pasukan, dan peralatan insinyur Israel di dalam Lebanon.
Senjata ini memaksa Israel menghadapi salah satu keunggulan utamanya yaitu perang elektronik. Ketika gangguan sinyal menjadi kurang efektif, tantangan berpindah dari upaya memotong sinyal menjadi upaya pemantauan dan intersepsi melalui tembakan langsung atau sarana pertahanan lain, yang lebih mahal dan kurang terjamin saat menghadapi target kecil, cepat, dan terbang rendah.
.png)
3 hours ago
1
















































