Industri Maritim Jadi Kunci Strategis Indonesia di Era Transisi Energi

7 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri maritim Indonesia dinilai memiliki peran sentral dalam menghadapi tantangan transisi energi global. Dengan posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional, Indonesia tidak hanya dituntut menjaga kelancaran logistik energi, tetapi juga mampu menunjukkan komitmen pada keberlanjutan.

“Supaya kita bisa berjalan di rantai nilai dengan peningkatan produktivitas, dan dalam tatanan geopolitik kita jauh lebih relevan dengan narasi sustainability,” ujar Gita Wirjawan, entrepreneur sekaligus mantan Menteri Perdagangan RI 2011–2014 dalam forum Sustainability Class yang digelar PT Pertamina International Shipping (PIS).

Menurutnya, kekuatan narasi menjadi sama pentingnya dengan inovasi teknologi. Indonesia perlu menampilkan diri sebagai pelaku utama transformasi maritim yang hijau, bukan sekadar pengguna jalur perdagangan laut.

Dalam era transisi energi, industri maritim tidak hanya berperan menjaga pasokan energi, tetapi juga menjadi etalase reputasi negara. Dengan 700 juta penduduk Asia Tenggara dan peran kawasan sebagai pusat perdagangan dunia, narasi keberlanjutan dari Indonesia akan menentukan posisi tawar di panggung internasional.

“Prospek untuk Indonesia menjadi narator yang keren banget di sektor ini tidak bisa di-underestimate,” tegas Gita.

Transformasi maritim berkelanjutan diyakini akan memperkuat posisi Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa kinerja bisnis dapat berjalan beriringan dengan komitmen dekarbonisasi.

CEO PIS Surya Tri Harto menyatakan, perusahaan telah menargetkan net zero emission pada 2050, lebih cepat satu dekade dibanding target nasional. Strateginya mencakup penggunaan kapal ramah lingkungan, penerapan biodiesel, hingga pemanfaatan energi terbarukan di pelabuhan.

“Misi kami adalah menjadi global maritime logistics company yang tidak hanya fokus pada bisnis inti pengangkutan petroleum, tetapi juga memperkuat pilar bisnis hijau. Komitmen terhadap green business adalah strategi menghadapi transisi energi global,” ujar Surya.

Sepanjang 2024, PIS mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 51,09 ribu ton CO₂e melalui penerapan teknologi green ship, termasuk Ballast Water Treatment System (BWTS) dan scrubber untuk mengelola limbah kapal.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |