Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) pada 2 April 2026.
![]()
HSC BEI Dinilai Perkecil Risiko Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, Meski BREN-DSSA Terancam. (Foto: MSCI)
IDXChannel – Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) pada 2 April 2026 sebagai bagian akhir paket reformasi transparansi yang diajukan kepada pengelola indeks global MSCI.
Langkah ini dinilai menjadi penentu arah saham Indonesia di indeks global, termasuk membuka risiko keluarnya sejumlah emiten dari MSCI Indonesia.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Wilbert Arifin dalam risetnya tertanggal 6 April 2026 menilai daftar HSC merupakan komponen paling krusial dalam paket reformasi regulator untuk menjawab kekhawatiran MSCI terkait investability saham Indonesia.
Wilbert menjelaskan, daftar HSC mengidentifikasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi, yang dalam analisis Mirae ditandai oleh penguasaan lebih dari 95 persen oleh segelintir pemegang saham.
Dari sembilan saham yang masuk daftar, dua di antaranya merupakan konstituen MSCI Indonesia, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik Grup Barito dan emiten Sinarmas PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
.png)
5 hours ago
1















































