Harga Plastik di Jakarta Mahal, Pramono Minta Warga Gunakan Daun Pisang

2 days ago 11

Pelaku usaha menyajikan makanan di atas daun pisang. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meminta warga kembali menggunakan cara tradisional untuk membungkus makanan di tengah kenaikan harga plastik. Salah satu yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti plastik adalah daun pisang.

Pramono mengatakan, kenaikan harga plastik yang saat ini terjadi berada di luar kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. Menurut dia, pihaknya tidak bisa banyak melakukan intervensi untuk menekan kenaikan harga plastik.

"Jadi harga plastik ini memang naik, dan harga plastik ini terus terang kewenangan, ketentuannya bukan di Pemerintah DKI Jakarta," kata dia, dikutip dari Republika, Senin (13/4/2026).

Karena itu, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi ketergantungan terhadap kantong plastik. Pasalnya, plastik juga menjadi masalah karena tidak bisa dengan mudah diurai ketika telah menjadi sampah.

"Tentunya kami harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik ini kan pelan-pelan harus dikurangi, harus ada substitusinya. Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka untuk itu, ya kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai bungkus daun pisang dan sebagainya," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Provinsi Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan bahwa kenaikan harga plastik telah terjadi sejak akhir Maret 2026 bersamaan dengan pecahnya konflik geopolitik di Iran. Kenaikan itu terjadi cukup cepat dan dalam beberapa kasus bersifat fluktuatif mengikuti distribusi barang.

"Secara umum, kenaikan harga plastik di Jakarta berada pada kisaran 30 persen hingga 40 persen," kata dia melalui keterangannya, Kamis (9/4/2026).

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |