Haji di Tengah Perang, Wamenhaj: Saudi Pastikan Baik-Baik Saja  

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap berjalan aman meski situasi global diwarnai konflik di sejumlah kawasan. Pemerintah Arab Saudi, kata dia, telah memberikan jaminan penuh terhadap kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini.

Dahnil menegaskan, hingga saat ini kondisi di Arab Saudi tetap terkendali.

“Sampai dengan hari ini, pemerintah Kerajaan Saudi Arabia memastikan semuanya baik-baik saja. Semuanya bisa dikendalikan dan mereka menjamin proses perhajian tahun ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Dahnil usai melepas keberangkatan ratusan petugas haji Indonesia Daker Madinah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026).

Ia juga mengajak jamaah untuk tidak khawatir berlebihan terhadap situasi global. Menurut dia, ibadah haji justru membawa pesan perdamaian yang seharusnya menjadi refleksi bagi negara-negara yang tengah berkonflik.

“Saya berkeyakinan seluruh negara yang sedang berkonflik hari ini itu memahami bahwasannya haji 2026 ini ada pesan perdamaian, kan haji itu sejatinya pesan perdamaian, pesan kesetaraan, pesan perlindungan terhadap perempuan, pesan tidak menyakiti tumbuh-tumbuhan dan bahkan hewan tidak boleh disakiti," kata Dahnil.

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa para pemimpin dunia yang tengah berkonflik dapat menangkap nilai-nilai perdamaian yang terkandung dalam ibadah haji tersebut. 

Namun di sisi lain, ia menekankan pentingnya peran petugas haji dalam memberikan pelayanan optimal kepada jamaah Indonesia yang memiliki karakteristik khusus.

“Tahun ini kami mengirim lebih dari 400 petugas secara bertahap. Mereka harus penuh melayani jamaah,” jelasnya.

Dahnil mengungkapkan, sekitar 177 ribu jamaah haji Indonesia tergolong berisiko tinggi karena memiliki penyakit penyerta. Selain itu, secara demografi, sebagian besar jamaah membutuhkan pendampingan intensif.

“Jamaah kita itu 55 ribunya itu tidak lulus SD. Bahkan bisa dikatakan 100 ribunya itu baru pertama kali naik pesawat, baru pertama kali ke luar negeri,” ucap Dahnil.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat tugas petugas haji menjadi semakin berat. Mereka tidak hanya mendampingi secara spiritual, tetapi juga secara teknis dan administratif.

“Sekitar 30 persen jamaah kita itu juga petani. Kemudian ada sekitar 25 persennya itu grup dan karyawan biasa. Jadi petugas teman-teman ini berat,” katanya.

Karena itu, Dahnil menegaskan bahwa fokus utama petugas adalah memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk di tengah situasi global yang dinamis.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |