Binti Mufarida
, Jurnalis-Kamis, 06 Agustus 2026 |06:02 WIB

BNPB modifikasi cuaca di Sumsel (Foto: BNPB/Okezone)
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Operasi berlangsung selama tujuh hari, mulai 4 hingga 10 Agustus 2026, menyusul meningkatnya jumlah titik panas di wilayah tersebut.
Operasi ini merupakan lanjutan dari OMC yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 5–14 Mei 2026. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan karhutla yang dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren peningkatan.
Berdasarkan pemantauan Satelit NASA NOAA-20, jumlah titik panas di Sumsel meningkat tajam dari 46 hotspot pada 2 Agustus 2026 menjadi 104 hotspot pada 3 Agustus 2026.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, OMC menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendukung penanggulangan karhutla di enam provinsi prioritas yang memiliki lahan gambut luas dan rentan terbakar, termasuk Sumsel.
"Pada tanggal 28 Juli 2026, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka. Dalam rapat tersebut, Kepala Negara menginstruksikan jajarannya untuk mengambil langkah-langkah strategis menghadapi potensi dampak musim kemarau yang beriringan dengan fenomena El Nino, dengan fokus utama pada upaya menjaga ketersediaan air dan mencegah kebakaran hutan serta lahan," kata Suharyanto, Rabu (5/8/2026).
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
.png)
7 hours ago
6

















































