REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dari level desa hingga kancah global. Komitmen itu diperkuat saat puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-41 di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dalam peringatan Harlah kali ini, Lakpesdam PBNU mengangkat tema "Bersama Memperkuat SDM Menuju Peradaban Mulia". Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Lakpesdam PBNU, Asrul Raman menjelaskan, usia 41 tahun merupakan fase kematangan organisasi yang ditandai dengan semakin luasnya cakupan kerja dan peran strategis lembaga.
“Selama lima tahun terakhir, Lakpesdam telah mendampingi 328 desa di 48 kabupaten. Bahkan saat ini, keberadaan Lakpesdam telah menjangkau hampir seluruh kabupaten/kota melalui struktur PCNU,” ujar Asrul.
Ia menambahkan, Lakpesdam kini juga mengemban fungsi baru sebagai badan perencana di lingkungan PBNU. Dalam peran tersebut, Lakpesdam aktif memfasilitasi penguatan perencanaan di tingkat wilayah dan cabang.
Selain itu, berbagai kerja advokasi juga terus dilakukan, mulai dari pendampingan BPJS Kesehatan sektor informal hingga keterlibatan dalam advokasi RUU Masyarakat Adat bersama sejumlah koalisi masyarakat sipil.
“Ruang gerak kami semakin luas, termasuk asistensi hingga ke level cabang. Ke depan, kami berharap Lakpesdam tidak hanya berkiprah di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional,” katanya.
Sekretaris Lakpesdam PBNU, Ufi Ulfiah menyebut lembaga yang dipimpin Erick Thohir ini sebagai “kelompok teknokrat” di tubuh NU yang berperan penting dalam penguatan tata kelola organisasi dan pengembangan SDM.
Menurut dia, salah satu capaian penting saat ini adalah konsolidasi program beasiswa melalui Nahdlatul Ulama Scholarship yang telah memfasilitasi 12 jenis beasiswa bagi kader NU. “Lompatan Lakpesdam pada periode ini sangat signifikan, termasuk dalam kerja sama internasional di bidang pengembangan SDM. Ini menunjukkan bahwa gagasan besar tata kelola NU itu bukan sesuatu yang mustahil,” katanya.
Dalam sambutannya, Ufi juga menyoroti keselarasan visi antara Lakpesdam dan kepemimpinan PBNU yang mendorong lahirnya berbagai inovasi dan terobosan kelembagaan.
Sementara itu, Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menegaskan bahwa Lakpesdam merupakan lembaga strategis yang sejak awal didirikan dengan semangat pembaruan. Ia menjelaskan, Lakpesdam lahir pada 1985 atas gagasan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai motor penggerak inovasi di lingkungan NU pasca-kembalinya organisasi tersebut ke khittah sebagai organisasi sosial keagamaan.
“Sejak awal, Lakpesdam didesain sebagai lembaga pembaruan. Karena itu, orang-orang di dalamnya harus punya semangat inovasi dan terobosan,” jelas Gus Ulil.
Ia juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang akuntabel. Lakpesdam, kata dia, menjadi salah satu lembaga di PBNU yang konsisten melakukan audit keuangan dan manajemen secara rutin setiap tahun.
Praktik tersebut diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi oleh lembaga-lembaga lain di lingkungan PBNU. “Kita ingin pengalaman Lakpesdam ini menular ke lembaga lain, sehingga seluruh perangkat PBNU memiliki standar tata kelola yang baik,” ujarnya.
Lebih jauh, Gus Ulil mengungkapkan bahwa Lakpesdam tengah mengembangkan berbagai terobosan, termasuk di tingkat internasional, sebagai bagian dari kontribusi NU bagi kemaslahatan global.
“Visi kita mungkin besar, tetapi semua itu demi kemaslahatan warga NU, bangsa Indonesia, dan kemanusiaan secara luas,” kata Gus Ulil yang kemudian memimpin pemotongan tumpeng secara simbolis.
.png)
4 hours ago
2

















































