Empat Film Orisinal KlikFilm Gebrak Jakarta World Cinema 2025, Tawarkan Genre Beragam

7 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Festival sinema internasional, Jakarta World Cinema (JWC) 2025 menyuguhkan para penikmat film dengan menghadirkan empat film orisinal terbaru dari KlikFilm. Dalam acara bertajuk "KlikFilm Special Presentation" akan berlangsung di CGV Grand Indonesia pada 24 September hingga 4 Oktober, keempat film ini memperkenalkan genre dan isu yang beragam.

Film pertama yang mencuri perhatian adalah Gelap Mata, sebuah karya dari sutradara Aji Dewabrata. Film bergenre drama menegangkan ini memiliki sentuhan aksi dan komedi. Uniknya, cerita film ini berasal dari pengalaman pribadi sang sutradara.

"Ini filmnya saya tulis sendiri, kebetulan pengalaman pribadi," ujar Aji saat konferensi pers pada Jumat (29/8/2025).

Dia mengatakan Gelap Mata mengisahkan kekacauan yang timbul di sebuah rumah kosong akibat keserakahan, yang digambarkan secara metaforis melalui "tikus-tikus yang berpesta". Dengan dibintangi oleh nama-nama seperti Adzana Ashel, Taskya Namya, Bima Zeno, Imelda Therinne, dan Amanda Gondowijoyo, film ini tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan moral mendalam tanpa membuat penonton bingung.

Selanjutnya, sutradara Robby Ertanto memperkenalkan filmnya yang berjudul Lavender Marriage. Film ini mengangkat isu sensitif dan relevan di kalangan anak muda, yaitu pernikahan yang didasari oleh motivasi lain selain cinta, seperti pernikahan sesama jenis yang disembunyikan.

Menurut Robby, film yang dibintangi oleh Lutesha dan Maxime Bouttier ini berbicara tentang esensi kejujuran dalam sebuah hubungan. "Pernikahan adalah tempat untuk kita berbicara tentang kejujuran sebenarnya," ujarnya.

Ia berharap film ini dapat menyuarakan pentingnya cinta yang tulus dan tidak dipaksakan oleh norma sosial atau tekanan dari pihak lain. Tak hanya itu, JWC 2025 juga menjadi panggung bagi para sineas perempuan muda melalui film omnibus berjudul Period of Her. Film ini merupakan hasil kolaborasi empat sutradara perempuan muda yakni Sarah Adilla, Erlina Rakhmawati, Praditha Blifa, dan Linda Andriyani.

Praditha Blifa, yang mewakili rekan-rekannya, menjelaskan bahwa proyek ini diinisiasi oleh sutradara senior Ifa Isfansyah sebagai platform untuk mengangkat isu-isu perempuan. "Semua fokusnya tentang isu-isu perempuan," kata Praditha.

Salah satu film dalam omnibus ini, Serikat Patahati, dibintangi oleh Ika Diharjo yang dengan bangga mengaitkan budaya tari tradisional Jathilan dengan narasi percintaan naif anak muda. Terakhir, film Mimpi Keluarga Sempurna karya sutradara M Bagas Satrio turut memeriahkan festival ini.

Film ini merupakan hasil program inkubator Jogja Film Academy dan menjadi film panjang pertama yang diproduksi oleh para alumninya. Keempat film yang mengeksplorasi beragam genre dan tema ini diharapkan dapat memberikan warna baru dan menunjukkan potensi besar industri perfilman Tanah Air. 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |