Kapal tanker Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah dari Arab Saudi ke India melalui Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, 12 Maret 2026. Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak India untuk melewati Selat Hormuz setelah pembicaraan diplomatik antara Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua kapal tercatat telah melintasi Selat Hormuz sejak Iran menyetujui pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Hal ini diungkap pemantau maritim MarineTraffic pada Rabu (8/4/2026).
“Kapal kargo curah milik Yunani, NJ Earth, melintasi selat pada pukul 08.44 UTC, sementara kapal berbendera Liberia, Daytona Beach, melintas lebih awal pada pukul 06.59 UTC, tak lama setelah berangkat dari Bandar Abbas pada pukul 05.28 UTC,” tulis MarineTraffic di platform X.
Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada periode 7–8 April. Selama masa tersebut, pelayaran melalui Selat Hormuz dimungkinkan dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Analis dari Kpler, Ana Subasic, menyatakan bahwa pelayaran NJ Earth bisa menjadi tanda awal aktivitas di jalur tersebut. Namun, masih terlalu dini untuk memastikan apakah hal ini mencerminkan pembukaan yang lebih luas akibat gencatan senjata atau hanya pengecualian yang telah disetujui sebelumnya.
Kapal milik Yunani tersebut tetap mengaktifkan sinyal transponder saat melintasi selat melalui rute yang disetujui Iran di dekat Pulau Larak. Rute ini telah digunakan sebagian besar kapal selama tiga pekan terakhir.
Hingga kini, tujuan akhir kapal tersebut belum dapat dikonfirmasi.
Sejumlah pemilik kapal dan penyewa (charterer) mulai bersiap memindahkan kapal mereka yang tertahan di kawasan Teluk, sebagaimana dilaporkan jurnal pelayaran Lloyd’s List pada 8 April. Diperkirakan sekitar 800 kapal masih tertahan di kawasan tersebut.
Akses ke Selat Hormuz sebelumnya dibatasi secara ketat oleh Iran sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari.
Data Kpler mencatat, dari 1 Maret hingga 7 April, kapal pengangkut komoditas hanya melakukan 307 kali pelintasan, atau turun 95 persen dibandingkan kondisi normal.
Sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dunia biasanya melewati jalur tersebut dalam kondisi normal.
sumber : AFP
.png)
9 hours ago
2

















































