Ditjenpas Maluku sumbang 30 kantong darah bantu PMI Ambon.
REPUBLIKA.CO.ID, AMBON, – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku berpartisipasi dalam kegiatan donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Ambon dengan menyumbangkan 30 kantong darah. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan darah di wilayah setempat, Senin (tanggal tidak disebutkan).
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyatakan bahwa kebutuhan darah di daerah sering mengalami keterbatasan, sehingga partisipasi instansi pemerintah menjadi penting dalam menjaga ketersediaan stok. "Donor darah ini kami arahkan sebagai kontribusi nyata untuk membantu PMI dalam menjaga ketersediaan darah. Harapannya, ini bisa berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan layanan transfusi," katanya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 dan dilaksanakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Ambon. Donor darah ini melibatkan pegawai pemasyarakatan sebagai pendonor aktif. Seluruh kantong darah yang terkumpul langsung diserahkan kepada PMI Kota Ambon untuk didistribusikan kepada pasien yang membutuhkan transfusi di fasilitas layanan kesehatan.
Ricky menjelaskan bahwa kegiatan donor darah ini tidak hanya dilakukan dalam momentum peringatan HBP ke-62, tetapi akan diupayakan menjadi agenda berkala dengan melibatkan lebih banyak unit pelaksana teknis pemasyarakatan di Maluku. "Ke depan kami dorong kegiatan serupa dilakukan secara rutin dan terkoordinasi agar manfaatnya lebih luas, termasuk menjangkau wilayah-wilayah yang masih kekurangan stok darah," ujarnya.
Keterlibatan pegawai dalam aksi donor darah juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial di lingkungan kerja, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan di tengah masyarakat. Ditjenpas Maluku menilai sinergi dengan PMI adalah langkah strategis untuk memastikan distribusi darah berjalan optimal, sekaligus mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di daerah.
Berdasarkan data PMI Kota Ambon, kebutuhan darah di wilayah tersebut mencapai sekitar 7.500 hingga lebih dari 7.700 kantong per tahun, mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan kebutuhan minimal sekitar 7.742 kantong darah. Namun, ketersediaan stok di Unit Donor Darah (UDD) PMI Ambon bersifat fluktuatif dan masih bergantung pada pelaksanaan aksi donor darah massal oleh berbagai instansi untuk menutup kekurangan pasokan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
11 hours ago
2

















































