
CNG Mengalir ke 46 Dapur MBG, Hemat Biaya Energi 20 Persen (Foto: Dani/Okezone)
MAGELANG - Gas bumi berbasis Compressed Natural Gas (CNG) mengalir ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penggunaan CNG di dapur MBG ini menghemat biaya energi sekitar 15-20 persen.
Penggunaan CNG sebagai bahan bakar dapur MBG ini salah satunya di SPPG Cepit Kulon yang berada di Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Dapur MBG tersebut menggunakan CNG yang dipasok PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia. Hingga saat ini sudah ada 46 SPPG yang menggunakan CNG.
Kepala SPPG Cepit Kulon Achmad Choirul Jaza mengatakan, SPPG tersebut telah menggunakan CNG sejak pertama kali beroperasi pada 25 September 2025.
“Banyak keuntungan menggunakan CNG. Apalagi aktivitas dapur dilakukan dari malam hingga pagi hari. Kami tidak perlu khawatir kehabisan gas, lebih aman,” kata Achmad di Magelang, Rabu (19/8/2026).

SPPG Cepit Kulon saat ini melayani kebutuhan makan sebanyak 2.179 porsi setiap hari untuk 20 sekolah dan 16 posyandu.
Menurut Achmad, penggunaan CNG juga membantu menekan biaya operasional. Konsumsi CNG mencapai sekitar 800-1.000 meter kubik per bulan dengan biaya sekitar Rp 12 juta.
“Biayanya sekitar Rp12 juta per bulan,” ujarnya.
Dia mengatakan, biaya tersebut lebih hemat sekitar 15-20 persen dibandingkan penggunaan sumber energi lainnya.
Achmad mengatakan, dalam operasionalnya, pengelola SPPG mendapatkan informasi dan layanan terkait penggunaan CNG, termasuk mekanisme penggantian tabung apabila persediaan habis serta penanganan gangguan pada instalasi.
"Layanan tersebut diberikan sesuai dengan mekanisme operasional SPPG yang ditetapkan Badan Gizi Nasional," ujarnya.
Pengelola juga mendapatkan pemberitahuan mengenai prosedur penggantian tabung dan langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kendala selama penggunaan CNG.
Pengisian CNG dilakukan sekitar dua hari sekali, meski frekuensinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Pengecekan dan pembersihan peralatan juga dilakukan secara rutin untuk memastikan instalasi tetap berfungsi dengan baik.
Petugas turut memberikan panduan penanganan gangguan, termasuk apabila terjadi penyumbatan aliran gas maupun prosedur membuka katup.
Saat ini, SPPG Cepit Kulon menggunakan delapan tabung CNG. Konsumsi energi tersebut diperkirakan mencapai 800-1.000 meter kubik per bulan untuk menunjang kebutuhan memasak kebutuhan MBG.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
.png)
9 hours ago
3














































