Cerita UMKM Bugel yang Terus Bertahan

3 hours ago 1

Image Kayla Prasetya Ramadhani

UMKM | 2026-07-24 09:44:27

Sumber: Dokumentasi Tim KKN-PPM UGM Sadak Kinang, 2026

Di balik riuk-pikuk perkembangan ekonomi modern, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal tetap menjadi tulang punggung yang menghidupkan perekonomian warga. Cerita nyata ini datang dari Bugel, Salatiga, tentang bagaimana tradisi, kejelian melihat peluang, serta rasa kekeluargaan saling bertaut dalam menjaga nyala dapur usaha.

Aroma-aroma roti yang baru keluar dari oven memenuhi ruangan produksi. Di sudut lain di daerah Kelurahan Bugel, tumpukan kerupuk yang baru selesai digoreng siap didistribusikan ke berbagai daerah. Sementara itu, ada lembar demi lembar kain batik yang dikerjakan dengan penuh ketelitian, dan di sebuah toko tani, rak-rak berisi pupuk, bibit, serta perlengkapan pertanian tersusun rapi untuk memenuhi kebutuhan para petani. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari keseharian para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di balik produk-produk yang sampai ke tangan konsumen, tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Setiap usaha memiliki cerita tentang bagaimana peluang ditemukan, tantangan dihadapi, dan inovasi terus dilakukan agar tetap bertahan. Kisah-kisah tersebut terungkap melalui program kerja yang berfokus pada pemetaan potensi ekonomi lokal dengan observasi dan wawancara terhadap sejumlah pelaku UMKM sewaktu pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) di Kelurahan Bugel. Dari proses tersebut terlihat bahwa setiap UMKM memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh semangat yang sama: terus bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan.

Salah satu usaha yang berhasil mempertahankan eksistensinya adalah usaha kerupuk yang telah berdiri sejak tahun 1989. Berawal dari melihat peluang ketika produk sejenis masih sedikit diproduksi di wilayah sekitar, usaha kerupuk ini sekarang telah memasarkan produknya ke berbagai daerah, seperti Salatiga, Kabupaten Semarang, hingga Magelang. Meski proses produksi masih banyak mengandalkan cara tradisional, kualitas produk tetap menjadi prioritas utama agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga.

Di sektor bakery, kisah yang muncul tidak kalah menarik. Beberapa pelaku usaha terus melakukan inovasi agar mampu mengikuti perkembangan selera konsumen. Produk baru dikembangkan secara berkala, pelatihan diikuti untuk meningkatkan keterampilan, bahkan riset sederhana dilakukan sebelum meluncurkan varian baru. Bagi mereka, inovasi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan strategi untuk mempertahankan keberlangsungan usaha.

Perubahan zaman juga mendorong para pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi digital. Media sosial dimanfaatkan sebagai sarana promosi sekaligus komunikasi dengan pelanggan. Kehadiran platform digital membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat tanpa terbatas oleh lokasi. Adaptasi ini menunjukkan bahwa usaha lokal pun mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan kualitas produk yang telah menjadi ciri khasnya.

Menariknya, beberapa pelaku usaha juga mulai menerapkan praktik yang lebih ramah lingkungan. Limbah produksi tidak seluruhnya dibuang, tetapi dimanfaatkan kembali, misalnya menjadi pupuk atau pakan ternak. Langkah sederhana tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Lebih dari sekadar menghasilkan produk, UMKM di Kelurahan Bugel juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Banyak usaha yang dikelola secara turun-temurun dan melibatkan anggota keluarga maupun warga sekitar sebagai tenaga kerja. Dengan demikian, UMKM tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan penguatan ekonomi lokal.

Berbagai kisah tersebut memperlihatkan bahwa ketahanan UMKM tidak dibangun dalam waktu singkat. Di balik setiap roti, kerupuk, batik, maupun produk-produk pertanian yang dipasarkan, terdapat kerja keras, inovasi, dan kemampuan beradaptasi yang terus diasah dari waktu ke waktu. Potensi inilah yang menjadikan UMKM Kelurahan Bugel layak untuk terus didukung dan dikembangkan, baik melalui kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, maupun masyarakat.

Pada akhirnya, pemetaan yang dilakukan selama kegiatan KKN-PPM tidak hanya menghasilkan data mengenai pelaku usaha, tetapi juga menghadirkan gambaran tentang wajah ekonomi lokal Kelurahan Bugel. Sebuah potret yang menunjukkan bahwa di balik usaha-usaha yang mungkin terlihat sederhana, terdapat semangat besar untuk terus tumbuh, bertahan, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Masih banyak cerita menarik yang belum sempat terangkai dalam tulisan ini. Untuk melihat profil lengkap, dokumentasi, dan kisah setiap pelaku usaha, kunjungi Zine “Menyusuri Jejak UMKM Bugel” melalui tautan berikut:

https://bit.ly/ZineMenyusuriJejakUMKMBugel

Semoga publikasi ini dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam memperkenalkan sekaligus mendukung perkembangan UMKM lokal agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |